Koperasi Merah Putih di DIY Tumbuh Sesuai Kebutuhan Warga
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Ilustrasi wisatawan bersiap menyewa ATV di Pantai Parangtritis./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul urung merelokasi pelaku wisata di Gumuk Pasir Parangtritis tahun ini. Hal itu lantaran lahan yang ada masih terbatas.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Bantul, Yuli Hernadi membenarkan bahwa pihaknya memang berencana merelokasi pelaku wisata di Gumuk Pasir Parangtritis. Dia menuturkan di sana ada sekitar 170 orang pengemudi jip, puluhan pengemudi andong wisata, dan sekitar 50 orang pedagang. "Kami memang berencana merelokasi [pelaku wisata di Gumuk Pasir Parangtritis]. Tetapi kami masih menunggu arahan dari Pemkab [Bantul], belum tahu kapan dan di mana lokasinya," kata Jumat (24/1/2025).
Dia menuturkan rencana relokasi tersebut memerlukan lahan yang cukup luas lantaran pelaku wisata yang terlibat disana mencapai puluhan.
Yuli mengaku hingga saat ini pihaknya belum menemukan tempat yang dapat digunakan untuk merelokasi pelaku wisata yang ada di sana. "Kalau tempat relokasi belum ada, tidak ada direlokasi [tahun ini]," katanya.
BACA JUGA: Pemerintah Desa Parangtritis Berharap Relokasi Pedagang Pantai Depok Setelah JJLS Tersambung
Hal itu menurutnya lantaran pihaknya mempertimbangkan perputaran uang yang ada di Gumul Pasir Parangtritis. Dia menilai saat akhir pekan pelaku wisata di sana dapat meraup pendapatan hingga lebih dari Rp500 juta dalam sehari. Itulah sebabnya, pihaknya tidak mau gegabah dalam mengambil kebijakan yang akan berdampak pada pendapatan pelaku wisata setempat.
Sejauh ini, Yuli mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan pelaku wisata setempat terkait dengan rencana relokasi tersebut.
Pihaknya berupaya menghimpun aspirasi dari pengemudi jeep wisata disana terkait rencana pemindahan rute jip. Tetapi sejuah ini belum ada kesepakatan rute jip yang akan diterapkan. "Kami masih menunggu masukan, kemarin sudah beberapa kali dirapatkan, [namun] belum ada titik temunya," katanya.
Sementara sejauh ini, pihaknya hanya melakukan sosialiasi kepada pedagang terkait rencana tersebut. "Kami akan merelokasi pedagang, tetapi tempatnya belum pasti," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.