SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Ribuan orang mengikuti Jogja Sunset Run di Laguna Depok, Parangtritis, Kretek, Bantul, Sabtu (29/6/2019)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, mengharapkan Pemkab Bantul mempertimbangkan kembali relokasi semua pelaku usaha di kawasan Pantai Depok ke kawasan Laguna Pantai Depok.
Penyebabnya, belum semua kawasan Laguna Pantai Depok tertata, sehingga relokasi yang terlalu cepat dapat mengganggu wisata yang selama ini sudah cukup ramai.
Kepala Desa Parangtritis, Topo, mengatakan ada lebih dari 150 pelaku usaha di Pantai Depok, mulai dari warung makan, pakaian, dan suvenir. Mereka sudah lama berjualan, bahkan ada yang sudah puluhan tahun berjualan di sekitar pantai. Menurut Topo, sebagian besar para pelaku usaha merupakan warga Desa Parangtritis.
Kawasan wisata Pantai Depok diakuinya menjadi salah satu lahan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia memahami para pelaku usaha membuka usaha di kawasan terlarang yakni 100 meter dari bibir pantai. Topo menyatakan setuju dengan adanya penataan, tetapi harus dilakukan secara bertahap.
“Minimal setelah Jembatan Kretek II selesai dibangun dan Jalur jalan Lintas Selatan [JJLS] sudah tersambung, mungkin relokasi baru bisa dilakukan,” kata Topo saat dihubungi Harian Jogja, Minggu (14/7/2019).
Menurut dia, JJLS dan Jembatan Kretek II dapat membuka pintu keramaian objek wisata Pantai Depok sehingga menjadi peluang bagi Pemkab untuk menata pelaku usaha. Informasi yang dia peroleh, pembangunan Jembatan Kretek II masih dalam proses lelang dan target pembangunan baru dimulai pada 2 Februari 2020.
Topo juga menilai lahan yang akan dijadikan pusat kuliner di sekitar Laguna Depok saat ini belum bisa menampung semua pelaku usaha yang jumlahnya lebih dari 150 orang. Pusat kuliner yang sudah terbangun hanya satu los dan empat ruang. Ia tidak ingin proses relokasi berdampak tidak baik bagi pelaku usaha maupun wisatawan. “Jangan sampai wisata Pantai Depok yang sudah maju malah berdampak,” kata Topo.
Sebelumnya, Ketua Komunitas Pengusaha Warung Makan Pantai Depok, Dardi Nugroho, mengaku belum siap direlokasi dalam waktu dekat karena Laguna Pantai Depok belum menjanjikan untuk mendatangkan wisatawan.
Menurut Dardi, selama ini Laguna Pantai Depok hanya ramai ketika ada acara, sementara wisatawan yang berlibur biasanya langsung ke pantai sambil makanj dan berbelanja di warung-warung yang ada. Ia khawatir jika warung terlalu jauh dengan pantai membuat wisatawan tiak mau datang. “Pedagang sepakat satu kata, kompak tidak mau dipindah,” kata Dardi.
Dinas Pariwisata Bantul berupaya menata kawasan Parangtritis-Depok, salah satunya memindahkan semua warung permanen dan semi permanen yang ada di selatan jalan atau yang berada di zona 100 meter dari bibir pantai, kecuali tempat pelelangan ikan. Para pelaku usaha dipindah ke utara jalan, salah satunya di kawasan Laguna Pantai Depok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Debut Juergen Klopp bersama Timnas Jerman berakhir imbang 1-1 melawan Belanda. Gakpo mencetak gol injury time, sementara Portugal dan Norwegia menang.
Aprilia Racing tak menerapkan team orders selama Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih punya peluang matematis juara MotoGP 2026.
Malware RatHat menyamar sebagai aplikasi populer dan mengeksploitasi aksesibilitas Android. Malware ini dapat mencuri password, PIN, dan kode OTP.
ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam 2026 menjadi 7,8%. Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%. Ini faktor pendorongnya.
MotoGP memperpanjang kontrak dengan Algarve International Circuit hingga 2029. GP Portugal 2026 digelar 20–22 November di Portimao.ss