Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul siap mengawal program makan bergizi gratis. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi potensi terjadinya keracunan saat program dijalankan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, sudah mengajukan anggaran senilai Rp500 juta untuk mendukung program makan bergizi gratis. Pagu ini diperlukan sebagai upaya pengawasan serta mengantisipasi hak-hal yang tak diinginkan.
“Tujuannya agar program lancar dan tidak ada kasus keracunan saat program dijalankan,” kata Ismono kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).
Dia menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengawasi proses pengolahan makanan yang akan disajikan. Yakni, mulai dari pemilihan bahan baku hingga memasak harus benar-benar dijamin keamanannya.
“Harus terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Makanya, kami mewajibkan ada surat-surat terkait dengan sanitasi dan higienitas sebagai jaminan keamanan makanan yang akan disajikan kepada para murid,” ungkapnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Gunungkidul juga akan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petugas yang dipersiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk keamanan. “Ada 49 petugas yang dipersiapkan untuk memastikan keamanan pangan serta memahami standarisasi kesehatan dalam penyediaan makanan,” ungkapnya.
Untuk antisipasi saat program dijalankan, petugas puskemas juga disiagakan agar mengambil langkah cepat saat terjadi hal yang tak diinginkan. “Sudah kami koordinasikan. Petugas puskesmas telah siap mengambil tindakan Ketika terjadi kejadian seperti keracunan agar tertangani dengan cepat,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, hingga sekarang program makan bergizi gratis di Bumi Handayani belum dilaksanakan. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, hingga saat ini masih dalam proses penyiapan sarana prasarana untuk mendukung program tersebut.
“Masih belum jalan,” katanya.
Ia berharap sebelum terlakasana harus dipersiapkan dengan benar agar program dapat berjalan lancar. “Di beberapa daerah yang telah melakukan uji coba ada kendala sehingga hal ini jangan sampai terjadi di Gunungkidul. Jadi, harus benar dipersiapkan dengan benar dan baik,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian. Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat. Sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul.
“Akan ada proses pelatihan. Kami sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas Pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137
Syarat membuat akta kematian meliputi surat kematian, KK, identitas pelapor, hingga formulir. Simak cara dan ketentuan pengurusannya.
Suyudi Ario Seto mengusung doktrin Polisi Bersama Masyarakat dan memaparkan agenda 100 hari pertama dalam uji kelayakan calon Kapolri di DPR.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.