Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul siap mengawal program makan bergizi gratis. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi potensi terjadinya keracunan saat program dijalankan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, sudah mengajukan anggaran senilai Rp500 juta untuk mendukung program makan bergizi gratis. Pagu ini diperlukan sebagai upaya pengawasan serta mengantisipasi hak-hal yang tak diinginkan.
“Tujuannya agar program lancar dan tidak ada kasus keracunan saat program dijalankan,” kata Ismono kepada wartawan, Jumat (31/1/2025).
Dia menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengawasi proses pengolahan makanan yang akan disajikan. Yakni, mulai dari pemilihan bahan baku hingga memasak harus benar-benar dijamin keamanannya.
“Harus terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Makanya, kami mewajibkan ada surat-surat terkait dengan sanitasi dan higienitas sebagai jaminan keamanan makanan yang akan disajikan kepada para murid,” ungkapnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Gunungkidul juga akan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petugas yang dipersiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk keamanan. “Ada 49 petugas yang dipersiapkan untuk memastikan keamanan pangan serta memahami standarisasi kesehatan dalam penyediaan makanan,” ungkapnya.
Untuk antisipasi saat program dijalankan, petugas puskemas juga disiagakan agar mengambil langkah cepat saat terjadi hal yang tak diinginkan. “Sudah kami koordinasikan. Petugas puskesmas telah siap mengambil tindakan Ketika terjadi kejadian seperti keracunan agar tertangani dengan cepat,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, hingga sekarang program makan bergizi gratis di Bumi Handayani belum dilaksanakan. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, hingga saat ini masih dalam proses penyiapan sarana prasarana untuk mendukung program tersebut.
“Masih belum jalan,” katanya.
Ia berharap sebelum terlakasana harus dipersiapkan dengan benar agar program dapat berjalan lancar. “Di beberapa daerah yang telah melakukan uji coba ada kendala sehingga hal ini jangan sampai terjadi di Gunungkidul. Jadi, harus benar dipersiapkan dengan benar dan baik,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian. Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat. Sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul.
“Akan ada proses pelatihan. Kami sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas Pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.