148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Bayi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat angka kematian bayi (AKB) sepanjang 2024 berada di poin 6,44 atau ada 76 kasus kematian bayi dengan kelahiran hidup sebanyak 11.801 bayi. Apabila membandingkan AKB pada 2023 sebanyak 68 kasus, maka ada kenaikan delapan kasus kematian.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Esti Kurniasih mengatakan setidaknya ada sepuluh penyebab kematian bayi pada 2024 di Bumi Sembada.
Sepuluh tersebut antara lain Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan Prematuritas dengan jumlah 22 kasus, Asfiksia dengan sembilan kasus, Infeksi dengan tujuh kasus, Kelainan Kongenital dengan sepuluh kasus, Kelainan Cardiovaskulan dan Respiratori dengan tiga kasus, dan Kondisi Perinatal dengan satu kasus.
Pneumonia juga menjadi salah satu penyebab kematian bayi dengan dua kasus tercatat, lalu Diare dengan tiga kasus, Kelainan Kongenital Jantung dengan tujuh kasus, dan Kelainan Kongenital Lainnya dengan empat kasus.
Dari penyebab-penyebab tersebut, BBLR dan Prematuritas menempati posisi pertama dengan persentase 28,95%, lalu disusul Kelainan Kongenital dengan 13,16%, dan Asfiksia dengan 11,84%.
Secara umum, Esti menyarankan agar ibu hamil dapat melaksanakan gerakan 12T guna menghindarkan kematian bayi, termasuk kematian ibu.
Gerakan tersebut meliputi penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran lengan atas, pemeriksaan tinggi fundus eteri, menentukan presentasi janin dan detak jantung janin, kemudian skrining status imunisasi Tetanus Toxoid.
“Ibu hamil perlu juga mengonsumsi tablet zat besi minimal 90 tablet selama hamil. Sisanya ya ada tes laboratorium hemoglobin, protein urin, tripel eliminasi; terus tata laksana kasus temu wicara; USG terbatas; dan skrining kesehatan jiwa,” kata Esti dihubungi, Minggu (2/1/2025).
Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama mengatakan upaya pencegahan kematian bayi berjalan beriringan dengan pecegahan kematian ibu. Upaya tersebut Dinkes lakukan melalui program Tolong Tangani dan Fasilitasi Ibu Hamil dan Balita dari Risiko Tinggi atau Totalitas Besti.
BACA JUGA : IDI Cianjur Lakukan Penyuluhan Kesehatan untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
“Dua contoh upaya yang terus kami lakukan adalah meningkatkan capaian standar pelayanan minimal untuk ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir juga balita. Dinkes juga memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal,” kata Cahya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Airlangga Hartarto optimistis sistem BI tetap solid saat transisi gubernur. KSSK memastikan kebijakan pro pertumbuhan dan pro stabilitas berlanjut.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.