Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Arsip-Perbaikan Stadion Handayani Gunungkidul./ Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto terus berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah terkait dengan persiapan penyelenggaraan Porda 2025. Pasalnya, kebijakan penundaan pengadaan barang dan jasa maupun efisiensi anggaran ditakutkan akan berpengaruh terhadap persiapan penyelenggaraan.
“Masih kita konsultasikan, yang ditunda mana saja,” kata Supri, Ahad (2/2/2025).
Dia menjelaskan, secara kesiapan venue sudah ada. Meski demikian, ia tidak menampik ada beberapa tempat pertandingan olahraga yang butuh perbaikan.
Oleh karena itu, di tahun ini ada alokasi sekitar Rp2 miliar untuk menyempurkan venue sebagai tempat berlaga para atlet. “Sudah ada alokasiknya dan pengadaan ada yang harus lewat Lelang,” ungkapnya.
Menurut Supri, venue yang perlu diperbaiki seperti lompat jauh, tolak peluru hingga lempar lembing. Perbaikan dilakukan agar sesuai standar sehingga tidak dikeluhkan oleh para atlet dan pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar.
“Ada juga perbaikan drainanse di Stadion Handayani. Harapannya kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat tidak sampai menganggu untuk persiapan penyelenggaraan Porda yang kebetulan Gunungkidul jadi tuan rumah. Apalagi sekarang juga ada perintah untuk efisiensi anggaran,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, sebagai tuan rumah, Kabupaten Gunungkidul harus benar-benar mempersiapkan untuk menyelenggarakan porda pada September mendatang. Ia pun meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Gunungkidul ikut dalam menyukseskan sebagai tuan rumah.
“Dinas-dinas harus ikut berperan dalam meyukseskan penyelenggaraan porda,” katanya.
Menurut Sunaryanta, kesuksesan dalam penyelenggaraan bisa memberikan dampak positif terhadap Masyarakat di Bumi Handayani. Ia berpendapat, ajang ini bukan hanya sebagai sarana bertanding antar kabupaten kota di DIY, namun juga sebagai sarana meningkatkan partisipasi Masyarakat dalam kegiatan berolahraga.
“Gunungkidul harus sukses menjadi tuan rumah Porda 2025. Untuk persiapannya sudah dimulai sejak 2023 hingga sekarang masih terus dimatangkan agar semuanya dapat terselenggara dengan lancar,” katanya.
Ketua KONI Gunungkidul, Irfan Ratnadi mengatakan, persiapan menyelenggarakan Porda 2025 terus dilakukan hingga saat ini. Total ada 47 cabor yang akan dipertandingkan dalam Porda di Gunungkidul. “Nantinya ada sekitar 3.500 atlet dari empat kabupaten dan satu kota untuk berlaga di porda,” katanya.
Irfan menambahkan, persiapan yang dilakukan tidak hanya kesiapan sebagai tuan rumah. Pasalnya, juga ada persiapan atlet untuk berlaga di ajang olahraga di DIY ini.
“Kita sudah menyiapkan sekitar 600 atlet. Rencananya mereka akan berlaga di 44 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porda Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.