9.921 Penerima Bansos Gunungkidul Terindikasi Judol, Ini Cara Sanggah
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
Jasad salah seorang korban tragedi Pantai Drini Gunungkidul berhasil ditemukan oleh tim SAR Gunungkidul pada Rabu (29/1/2025) pagi./Istimewa-SAR Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Peristiwa kecelakaan laut di Pantai Drini yang mengakibatkan empat pelajar SMP 7 Mojokerto meninggal dunia bakal berbuntut panjang. Pasalnya, salah satu keluarga korban Malven Yusuf, 13, menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polres Gunungkidul.
Kuasa Hukum Keluarha Malven, Rifan Hanum mengatakan ada unsur kelalaian dalam peristiwa terseretnya 13 siswa SMP asal Mojokerto di Pantai Drini, Selasa (28/1/2025). Oleh karena itu, kliennya membuat laporan polisi untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Dia menjelaskan, ada empat pihak yang dilaporkan. Yakni, Kepala Sekolah, Wali Kelas, agen perjalanan dan penanggungjawab di Pantai Drini. “Hari ini kami buat laporan ke Polres Gunungkidul,” kata Rifan, Selasa (4/2/2025).
Menurutnya, unsur kelalaian terlihat pada saat pelaksanaan kegiatan tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri. Selain itu, di Pantai tersebut juga tidak ada garis tepi pantainya. “Bahkan yang tidak ikut juga harus tetap bayar sehingga tetap ikut kegiatan di luar sekolah ini,” katanya.
Rifan tidak menampik sudah ada upaya mediasi yang dilakukan oleh petugas Polres Gunungkidul. Hanya saja, proses tersebut tidak menemukan titik temu sehingga belum ada solusi berkaitan dengan permasalahan tersebut. “Mediasi tidak menemukan titik temu” katanya.
Orang tua Malven, Istiqomah mengatakan ingin menuntut keadilan atas kematian anaknya saat outing class yang dilakukan pihak sekolah di Pantai Drini. “Kami ingin ada keadilan atas peristiwa ini,” katanya singkat.
Terpisah, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ary Murtini mengaku sudah memeriksa beberapa saksi terkait dengan masalah ini. Meski demikian, belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan. “Nanti perkembangan dari kasus ini akan kami informasikan,” katanya.
BACA JUGA: Siswa SMP 7 Mojokerto Tenggelam di Pantai Diri, SOP Keselamatan Jadi Hal Utama
Sebelumnya diberitakan, insiden maut di Pantai Drini ini bermula adanya kegiatan outing class yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 7 Mojokerto. Total ada 261 siswa dan 13 guru pendamping yang mengikuti kegiatan ini.
Rombongan sampai di Pantai Drini pada Selasa (28/1/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Sesampainya di tujuan, para siswa diminta untuk sarapan terlebih dahulu, tapia da kelompok anak laki-laki yang langsung bermain air hingga terjadinya belasan siswa terseret arus air laut.
Total ada 13 anak yang menjadi korban. Sembilan anak berhasil diselamatkan dan dirujuk ke RSUD Saptosari, sedangkan empat korban lainnya dinyatakan hilang. “Keempat korban sudah ditemukan dan operasi pencarian resmi dihentikan,” kata Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judol. Simak cara mengajukan sanggahan melalui aplikasi SIKS-NG.
Pimpinan ponpes di Lombok Tengah divonis 14 tahun penjara dalam kasus kekerasan seksual dan diwajibkan membayar restitusi Rp111,44 juta.
Pabrik BYD di Subang berkapasitas 150.000 unit per tahun dan berpotensi menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja lokal.
Prabowo mendorong Danantara dan RDIF membiayai proyek investasi Indonesia-Rusia serta meminta I-EAEU FTA segera berlaku.
DPRD Bantul menyoroti izin kolam koi di Villa Banguntapan setelah warga mengeluhkan rembesan air, kolam jebol, hingga dugaan pencemaran.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.