Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi pendaftara PPPK Kulonprogo/ist-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, KULONPROGO–Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang dilaksanakan Pemkab Kulonprogo tahap dua ini diikuti 1.191 orang. Padahal formasi yang dibutuhkan hanya 34 posisi, prosesnya kini sampai verifikasi berkas pendaftaran.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kulonprogo Sudarmanto menyebut 34 formasi yang dibuka ini merupakan formasi PPPK yang pada pendaftaran tahap pertama tidak ada pelamarnya. "Saat itu terdapat 205 formasi dengan jumlah pendaftar sebanyak 1.117 orang," katanya, Rabu (12/2/2025).
Dia menjelaskan bahwa pendaftaran Calon PPPK tahap kedua ini tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pegawai yang belum terpenuhi pada tahap pertamanya. “Tapi pendaftarnya melebih yang pertama padahal formasi yang dibutuhkan hanya 34 posisi, artinya animo masyarakat cukup tinggi untuk jadi pegawai Pemkab Kulonprogo,” jelasnya.
Sebanyak 34 formasi yang diperebutkan ribuan orang itu terdiri dari pegawai teknis untuk tiga posisi, jabatan fungsional guru untuk sembilan posisi, dan tenaga medis sebanyak 22 posisi. Sudarmanto menerangkan formasi yang paling banyak didaftar adalah pegawai teknis dengan 791 pendaftar, lalu tenaga medis dengan 270 orang, dan terakhir jabatan fungsional guru diikuti 130 orang.
Dari ribuan orang pendaftar itu, jelas Sudarmanto, akan dilakukan pemeriksaan berkas dan syaratnya. “Nanti akan kami umumkan yang lolos tahap administratif pendaftaran ini, selanjutnya tahap seleksi ujian,” jelasnya.
Proses pendaftaran PPPK tetap dijalankan meski pada masa pemangkasan anggaran, menurut Sudarmanto, karena belum ada kebijakan penundaan pengadaan pegawai. “Sejauh ini tidak ada penundaan karena efisiensi anggaran, proses ini dilakukan karena memang dibutuhkan tambahan pegawai juga di lingkungan Pemkab Kulonprogo,” terangnya.
Meski begitu Kepala BKPSDM Kulonprogo ini belum bisa memastikan kapan pelantikan untuk PPPK yang nantinya dinyatakan lolos. “Kalau pelantikan dan kontrak kerja belum tahu, semoga bisa langsung segera setelah seluruh tahap seleksi rampung dan tidak terdampak efisiensi anggaran,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.
Kemenkes mengingatkan cara aman menyimpan dan mengolah daging kurban agar terhindar dari bakteri dan penyakit zoonosis saat Iduladha.
Puluhan warga Garongan datangi Kantor Bupati Kulonprogo dan mendesak Lurah Garongan dinonaktifkan terkait dugaan pungli.
Kemenkes menyiapkan tiga langkah untuk memperkuat peran bidan dalam menangani kesehatan mental ibu hamil dan ibu menyusui.