Jadwal SIM Keliling di Kota Jogja, 13 Mei 2026
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Warga Ngepet, Srigading saat melepaskan babi - Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL— Salah satu peternak babi di Padukuhan Ngepet, Srigading, S, akhirnya melaporkan warga Ngepet ke polisi menyusul aksi pelepasan babi di kandangnya yang diikuti pengeroyokan terhadap S, pada Senin (10/2/2025) sore.
S melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bantul pada Selasa (11/2/2025) dengan pasal Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.
S mengatakan, sejatinya saat warga datang dan melepaskan babi dirinya tidak ada di lokasi. Namun, S yang sedang mengerjakan perbaikan rumah milik tetangganya di Tegalrejo, Srigading diberitahu bahwa warga Ngepet mengeluarkan 50an babi yang ada di kandangnya.
"Lalu sekitar pukul 18.00 WIB, saya datang ke kandang babi dan membantu mengevakuasi babi yang keluar kandang untuk dibawa dengan truk dan dipindahkan ke tempat lainnya," katanya, Kamis (13/2/2025).
Nah, disaat bersamaan, kata S, ada sejumlah warga Ngepet membubarkan diri dan kembali ke rumah. Beberapa warga melihat S berada di kandang babi dan mereka kemudian mendatangi S. Alhasil, dua warga langsung berbicara kasar terhadap S dan melakukan pemukulan.
"Tidak hanya dipukul, leher saya juga dicekik dan saya sempat terjatuh dan terbentur kepala saya di dinding kandang," lanjut S.
BACA JUGA: Tak Terima Ada Peternakan Babi, Warga Ngepet, Srigading Lakukan Aksi Lepas Babi
S bercerita, saat itu warga juga menanyakan terkait pemilik kandang babi lainnya, dan ada warga yang menyatakan pemilik kandang babi lainnya ada di rumah makan bebek Indun. S pun mencoba mendatangi rumah makan tersebut, tapi di jalan, S kembali dikeroyok warga Ngepet. "Sekitar tujuh orang saat itu mengeroyok saya," lanjutnya.
Beruntung aksi pengeroyokan itu langsung diketahui oleh petugas dari Satpol PP Bantul dan S dievakuasi ke Mapolsek Sanden. Setelah dirasa aman, S kemudian dibawa oleh petugas dari Satpol PP dari Mapolsek Sanden ke rumah makan bebek Indun.
"Karena saya merasa pusing, petugas Satpol PP kemudian mengantar saya ke RS Saras Adyatma Bambanglipuro untuk dicek kesehatan," jelasnya.
Setelah mempertimbangkan berbagai hal, S akhirnya melaporkan kejadian pengeroyokan yang menimpanya ke Mapolres Bantul, pada Selasa (11/2/2025). Ada sembilan warga yang dilaporkan oleh S karena diduga melakukan pengeroyokan terhadapnya.
Kasi Humas Polres Bantu AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana membenarkan perihal adanya pelaporan yang dilakukan oleh S. "Saat ini sedang ditangani oleh penyidik untuk laporannya," ucapnya.
Sebelumnya, Warga Ngepet, Srigading, Sanden melakukan pelepasan sejumlah babi yang dipelihara oleh pengusaha setempat pada Senin (10/2/2025) sore. Pelepasan babi tersebut harus dilakukan setelah pengusaha peternakan babi tersebut, nekat tetap menjalankan usahanya, meskipun tidak memiliki izin.
Lurah Srigading Prabowo Sugondo yang dikonfimasi Selasa (11/2/2025) membenarkan terkait terjadinya aksi pelepasan babi dilakukan oleh warga Ngepet. Warga melepaskan beberapa babi yang ada di kandang dihadapan pengusaha dan Satpol PP Bantul yang mendatangi lokasi peternakan babi.
"Warga merasa resah dengan keberadaan kandang dan peternakan babi," kata Bowo-panggilan akrab Prabowo Sugondo.
Menurut Bowo, sebelum aksi pelepasan babi, perangkat kalurahan Srigading dan Satpol PP Kabupaten Bantul sejatinya telah melakukan mediasi dengan pemilik peternakan babi dan warga, dua bulan lalu. Dari kesepakatan yang ada, pemilik peternakan tersebut wajib mengosongkan kandang babi, maksimal Minggu (9/2/2025).
"Namun, karena sampai tanggal yang disepakati tidak dilakukan pengosongan, maka warga mendatangi lokasi peternakan tersebut dan melakukan aksi pelepasan babi," ungkap Bowo.
Bowo menambahkan, untuk saat ini kondisi kandang babi telah kosong. Sebab, babi yang sempat dilepaskan tersebut, saat ini 50 ekor babi yang ada di peternakan tersebut telah diangkut dan dibawa ke kandang babi lainnya di kapanewon lainnya di Bantul.
"Jadi itu ada tiga orang pengusaha yang mengelola peternakan. Satu orang dari Kapanewon Sanden, Pandak dan Srandakan. Saat ini kandang dan peternakan babi yang ada di Ngepet sudah kosong paska kejadian kemarin," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.