India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Risiko Penipuan
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Foto jembatan Srandakan lama yang ambrol. /Instagram.
Harianjogja.com, BANTUL—Sisa-sisa kontruksi Jembatan Srandakan lama di sisi barat yang menghubungkan antara Bantul dengan Kulonprogo kembali ambrol pada Selasa (18/2/2025) pagi.
"Iya, tadi pagi," kata Panewu Srandakan Sarjiman, Selasa (18/2/2025).
Atas kondisi tersebut, Sarjiman mengaku tidak mempermasalahkannya. Pasalnya, jembatan itu sudah lama tidak difungsikan warga sekitar. "Karena ada jembatan baru Srandakan," ujarnya.
BACA JUGA : Jembatan Srandakan Lama di Bantul Ambrol, Ini Kata Panewu Srandakan
Sama seperti kejadian ambrolnya jembatan lama Srandakan, pada Kamis (6/2/2025) malam lalu, kejadian ambrol di jembatan yang sama pada Selasa (18/2/2025) karena usia. "Usia jembatan itu sudah 100 tahunan. Dan, jembatan itu sudah lama tidak difungsikan," ucapnya.
Oleh karena itu, Sarjiman memastikan tidak akan ada perbaikan bagi jembatan lama Srandakan. Karena tidak difungsikanya lagi jembatan tersebut.
Sarjiman justru menaruh perhatian lebih kepada jembatan baru Srandakan yang saat ini berfungsi menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulonprogo. Ia berharap Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) bertindak cepat untuk mengamankan jembatan baru Srandakan. "Dan, BBWSSO saat ini telah berusaha untuk mengamankannya," ungkapnya.
Sebelumnya, pada Kamis (6/2/2025) pukul 22.40 WIB, jembatan lama Srandakan yang berada di utara jembatan baru Srandakan ambrol. Jembatan tersebut ambrol dibagian dengkleng, akibat pondasi tiang penyangga yang tergerus akibat sedimentasi pasirnya menyusut.
Sarjiman juga tidak menampik, jebolnya groundsill Sungai Progo telah mempercepat robohnya tiang penyangga jembatan Srandakan lama. Ia menyebut dalam peristiwa ambrolnya jembatan Srandakan lama tidak menimbulkan korban jiwa. "Karena sudah ada larangan warga melintas, usai groundsill Sungai Progo jebol," imbuhnya.
Terkait penanganan jembatan Srandakan lama, Sarjiman menyatakan, sepenuhnya menjadi kewenangan dari BBWSSO. "Untuk jembatan Srandakan baru saat ini sedang diberi penguatan pada pondasi. Pekerjaan-pekerjaan darurat ini semua menggunakan dana APBN. Ditahap pertama pekerjaan ini dilakukan selama 90 hari," ucapnya.
BACA JUGA : Komisi A DPRD Bantul Desak BBWSO Segera Tangani Kerusakan Groundsill Srandakan
Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BBWSSO, Vicky Ariyanti memastikan kondisi jembatan Sradakan lama yang ambrol tersebut tidak aman. "Konstruksi bisa jadi akan makin ambrol. Oleh karena itu kami mohon dan mengimbau ke masyarakat untuk tidak melintas sama sekali di jembatan tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
KONI DIY memperluas kerja sama dengan kampus, lembaga kesehatan, media, dan institusi digital untuk memperkuat pembinaan serta prestasi atlet DIY.
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Pemakaman Ali Khamenei resmi dimulai di Iran. Prosesi kenegaraan berlangsung sepekan hingga 9 Juli 2026 dan dihadiri delegasi dari lebih 100 negara.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 5 Juli 2026 lengkap beserta rute menuju Kota Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.