Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Suasana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sinduadi Timur pada Jumat (17/1/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Kota Jogja berkomitmen untuk memastikan olahan pangan siap saji yang hadir di masyarakat aman melalui penanganan serta pengelolaan yang baik dan benar. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pelatihan keamanan pangan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Eko Rahmadi, menjelaskan sesuai amanat Undang-Undang, pemerintah harus memastikan pangan yang aman bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan keamanan pangan siap saji.
BACA JUGA : Ada Penolakan MBG di Papua, Begini Respons Istana
“Keamanan pangan ini jadi hal fundamental bagi usaha jasa boga seperti restoran, kedai, katering, termasuk juga hotel dalam memproduksi pangan siap saji yang aman, layak, dan bermutu sehingga tercipta jaminan keamanan pangan bagi konsumen ataupun masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2025).
Pelatihan keamanan pangan siap saji secara rutin digelar antara enam sampai tujuh kali dalam setahun, dengan jumlah sasaran 50 peserta setiap angkatan. Pelatihan tersebut terbuka secara gratis bagi pelaku usaha jasa boga yang berada di wilayah Kota Jogja.
“Pelatihan keamanan pangan ini menjadi pelengkap sertifikasi layak sehat dan layak hygine yang melekat pada usaha jasa boga, untuk mengakses informasi lengjap dan mendaftarnya bisa melalui aplikasi Jogja Smart Service pada menu Sertifikasi Laik Sehat,” paparnya.
Keamanan pangan olahan siap saji adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, fisik dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk dikonsumsi.
“Saat ini sedang disusun Rancangan Peraturan Daerah [Perda] tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan, bersama lintas perangkat daerah untuk menciptakan ekosistem keamanan pangan yang semakin baik bagi masyarakat, pelajar serta wisatawan di Kota Jogja,” imbuhnya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Sertifikasi dan Lisensi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Umi Nur Chariyati, menuturkan sertifikat dari pelatihan keamanan pangan siap saji itu melekat pada setiap peserta atau per orang. Seingga bagi usaha jasa boga harapannya setiap penjamah makanan itu bersertifikasi.
BACA JUGA : Program Makan Bergizi Gratis Dimulai di DIY
“Pelaksanaan pelatihan bekerja sama dengan BPOM, kemudian UGM, berkaitan dengan keamanan pangan siap saji mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, produksi, pengemasan, distribusi sampai dengan siap disajikan untuk konsumen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.