Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Suasana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sinduadi Timur pada Jumat (17/1/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Kota Jogja berkomitmen untuk memastikan olahan pangan siap saji yang hadir di masyarakat aman melalui penanganan serta pengelolaan yang baik dan benar. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pelatihan keamanan pangan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Eko Rahmadi, menjelaskan sesuai amanat Undang-Undang, pemerintah harus memastikan pangan yang aman bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan keamanan pangan siap saji.
BACA JUGA : Ada Penolakan MBG di Papua, Begini Respons Istana
“Keamanan pangan ini jadi hal fundamental bagi usaha jasa boga seperti restoran, kedai, katering, termasuk juga hotel dalam memproduksi pangan siap saji yang aman, layak, dan bermutu sehingga tercipta jaminan keamanan pangan bagi konsumen ataupun masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2025).
Pelatihan keamanan pangan siap saji secara rutin digelar antara enam sampai tujuh kali dalam setahun, dengan jumlah sasaran 50 peserta setiap angkatan. Pelatihan tersebut terbuka secara gratis bagi pelaku usaha jasa boga yang berada di wilayah Kota Jogja.
“Pelatihan keamanan pangan ini menjadi pelengkap sertifikasi layak sehat dan layak hygine yang melekat pada usaha jasa boga, untuk mengakses informasi lengjap dan mendaftarnya bisa melalui aplikasi Jogja Smart Service pada menu Sertifikasi Laik Sehat,” paparnya.
Keamanan pangan olahan siap saji adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, fisik dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk dikonsumsi.
“Saat ini sedang disusun Rancangan Peraturan Daerah [Perda] tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan, bersama lintas perangkat daerah untuk menciptakan ekosistem keamanan pangan yang semakin baik bagi masyarakat, pelajar serta wisatawan di Kota Jogja,” imbuhnya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Sertifikasi dan Lisensi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Umi Nur Chariyati, menuturkan sertifikat dari pelatihan keamanan pangan siap saji itu melekat pada setiap peserta atau per orang. Seingga bagi usaha jasa boga harapannya setiap penjamah makanan itu bersertifikasi.
BACA JUGA : Program Makan Bergizi Gratis Dimulai di DIY
“Pelaksanaan pelatihan bekerja sama dengan BPOM, kemudian UGM, berkaitan dengan keamanan pangan siap saji mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, produksi, pengemasan, distribusi sampai dengan siap disajikan untuk konsumen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.