Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Salah seorang warga Padukuhan Karangduwet, Paliyan menunjukan jejak kaki hewan misterius yang ditemukan pada Rabu (19/2/2025) pagi./ ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Padukuhan Tahunan, Karangduwet, Paliyan dikejutkannya adanya jejak kaki hewan misterius di sekitaran rumah, Rabu (19/2/2025). Di sekitar lokasi temuan sudah dipasang garis polisi untuk mengamankan jejak-jejak tersebut.
Salah seorang warga, Sutadi mengatakan, pertama kali melihat jejak-jejak misterius ini pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB. Dilihat dari bekasnya, jejak tersebut merupakan telapak kaki hewan, namun dirinya tidak bisa memastikan jenis hewan tersebut.
“Ada di dua lokasi di sekitar rumah saya,” katanya, Rabu siang.
Menurut dia, temuan jejak tidak hanya berada di rumahnya. Pasalnya, di lokasi rumah warga lain juga ditemukan jejak-jejak yang sama.
“Jejaknya banyak karena dari arahnya mulai terlihat dari utara menuju ke selatan,” kata Sutadi.
Menurut dia, temuan jejak kaki hewan misterius sudah dilaporkan ke petugas di Polsek Paliyan. Untuk berjaga-jaga agar bekas tidak hilang, maka di sekeliling jejak hewan misterius ini telah dipasangi gari polisi.
“Begitu mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi. Polisi juga sudah memasang garis pengamanan,” katanya lagi.
Warga lain di Padukuhan Tahunan, Hendro Wibowo mengaku kaget adanya jejak-jejak hewan misterius. Ia sempat begadang hingga pukul 02.30 WIB, tapi tidak mendengar suara hewan apapun.
“Padahal di samping rumah ada jejak-jejak hewan ini. Tapi, hingga pukul 02.30 WIB tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” kata Hendro.
Menurut dia, bekas telapak kaki hewan ini tidak hanya ditemukan di perkarangan, tapia da juga yang sampai di garasi rumah warga. “Sudah ada upaya melaporkan temuan ini untuk diselidiki lebih lanjut,” katanya.
Kepala Resort Suaka Margasatwa Paliyan, Siti Rohimah mengatakan, sudah mendengar adanya laporan tentang penemuan jejak telapak hewan misterius. Pihaknya, berupaya mencari hewan tersebut untuk menghilangkan keresahan warga.
“Kemungkinan besar adalah anjing. Tapi, untuk kepastian, coba nanti kami pasang kamera pengintai di sekitar lokasi temuan,” katanya.
Ia berharap warga tidak panik terkait dengan temuan tersebut sehingga dapat beraktivitas seperti biasanya. “Akan coba diungkap, tapi warga juga harus tenang. Mudah-mudahan dengan dipasang kamera pengintai, maka semuanya bisa jelas,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Kemenhut mencatat 12,3 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan rehabilitasi di tengah ancaman El Nino dan meningkatnya risiko karhutla.