RS Grhasia Gelar Temu Pelanggan
RS Grhasia DIY terus memperkuat transformasi layanan kesehatan yang humanis, adaptif, dan inovatif melalui kegiatan Temu Pelanggan.
Penjabat Bupati Kulon Progo, Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.M.A bersama Sekda Kulon Progo, Triyono, menerima penghargaan dari Kemenpan-RB atas prestasi Pemkab Kulon Progo dalam Akuntabilitas Kinerja Tahun 2024 dengan predikat nilai A di Jakarta, 3 September 2024./Istimewa
Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo, Ir. Srie Nurkyatsiwi MMA, dalam berbagai kesempatan terus mengajak kepada seluruh masyarakat Kulon Progo untuk menjadi masyarakat yang terus menjaga martabat, budaya, dan tangguh guna menghadapi pertumbuhan Kulon Progo yang terus membaik.
Kondisi ini dibuktikan dengan raihan sejumlah prestasi, salah satunya Kulon Progo menduduki peringkat 10 besar kabupaten dengan sumber daya manusia (SDM) paling maju di Pulau Jawa 2024 versi Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam setahun memimpin Kulon Progo, perempuan yang akrab disapa Siwi ini selalu mendorong seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat untuk berpikir dan bertindak agar pembangunan di Bumi Binangun terus berjalan. “Kita harus kompak dan membangun visi pembangunan yang berpihak kesejahteraan masyarakat, kemudian jadikan sebagai komitmen bersama baik pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup, memperkuat infrastruktur, dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Siwi.

Pemkab Kulon Progo bersama elemen masyarakat bergotong royong untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah. (Istimewa)

Pemkab Kulon Progo mendukung capaian target swasembada pangan nasional melalui Program Gerakan Penanaman Jagung Serentak. (Istimewa)
Berbagai program pembangunan di Kabupaten Kulon Progo terus dilakukan. Meski ada banyak tantangan, upaya untuk menyejahterakan masyarakat terus dilakukan. Secara demografi, jumlah penduduk Kulon Progo pada 2024 sebanyak 444.516 jiwa, atau menurun dibandingkan 2023 sebanyak 446.705 jiwa.
Jumlah penduduk menurut umur meliputi usia produktif sebanyak 276,035 atau 62,17%; usia lanjut 87.274 atau 19,63%; dan 18,2% atau sebanyak 80.896 merupakan anak-anak.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kulon Progo pada 2024 sejumlah 76,18 naik 0,36 dibanding 2023 yang berjumlah 75,82. Sedangkan usia harapan hidup mencapai 75,49 tahun pada 2024, naik 0,14 dibanding 2023 yang mencapai 75,35 tahun.
Untuk tingkat penggangguran terbuka menurun sebesar 0,21 dari 3,69 pada 2023, menjadi 3,48 di 2024. Kondisi geografis, demografis dan SDM ini menjadi modal dasar kebijakan penyelenggaraan pemerintahan.
Dalam penanganan kemiskinan, angka kemiskinan di Bumi Binangun pada 2024 sebesar 15,62%, atau turun 0,02% dari 2023 sebesar 15,64%. Persentase penduduk miskin ekstrem pada 2021 sebesar 3,44%, kemudian turun menjadi 3,31% di 2022.
Langkah konkret yang dilaksanakan meliputi program Jaminan Kesehatan PBI, Gerakan Menanam di Pekarangan (Gempar), Ayo Membangun dan Berkarya dengan Semangat Gotong Royong (Ombak Segoro), cetak sawah baru, Lumbung Mataraman, Kredit Mikro Istimewa Kulon Progo (KerisKu), bantuan pangan nontunai daerah, jaminan ketenagakerjaan bagi penderes kelapa dan nelayan, beasiswa siswa miskin, serta program strategis lainnya.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab terus berupaya menekan angka pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kulon Progo pada 2024 sebesar 2,01% atau turun dibandingkan 2023 sebesar 2,40%.
Penurunan ini berkat berbagai upaya yang telah dilakukan, antara lain padat karya infrastruktur, pelayanan pencari kerja meliputi Lowongan Kerja (LokerKu), Layanan Prima Kartu AK-1 di Kulon Progo (Lari KAK1Ku), penandatangan MoU dengan berbagai perusahaan untuk pelatihan, pemagangan dan penempatan, peningkatan kapasitas pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK/MAN, pembinaan kepada Bursa Kerja Khusus SMK, pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja, job fair, sosialisasi upah minimum kabupaten, serta pendampingan dan fasilitasi penyusunan sarana hubungan industrial.
Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Kulon Progo tumbuh 4,67% atau mengalami perlambatan (penurunan angka laju pertumbuhan) sebesar -0,98 poin dari 2023 yang tumbuh sebesar 5,65%. Keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan dapat diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakat dan pemerataan hasil pembangunan. Dalam penanganan stunting, hingga akhir 2024 jumlah anak stunting di Kulon Progo mencapai 1.985 anak dari total 14.036 anak balita yang diukur tinggi badannya. Angka ini menurun dibandingkan 2021, di mana terdapat 2.336 anak stunting dari 20.477 anak balita. Penurunan ini juga terlihat dari persentase Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang turun dari 20,6% pada 2023 menjadi 13,0% pada 2024.
Di sektor pemerintahan, Pemkab mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-Government. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Hasilnya, Pemkab Kulon Progo meraih predikat Sangat Baik dengan nilai 3,91 untuk Kategori Pelaksanaan Tata Kelola SPBE oleh Kemenpan-RB pada 2024. Sedangkan untuk penilaian Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smartcity) oleh Kementerian Kominfo RI, Kulon Progo meraih nilai 3,34, meningkat dari 2023 dengan indeks 3,32.
Selama 2024, diimplementasikan beberapa inovasi unggulan, antara lain MatahatiKu (Bersama Kita Cegah Stunting Kulon Progo); Sapa Warga, Bela-beliKu; Si Dadung ManisKu (Sistem Informasi Data Pendukung Masyarakat Miskin Kulon Progo), SekilanKu (Sekolah Peduli Lingkungan Kulon Progo) dan Innovative Government Award (IGA). Pada 2024, Pemkab menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2023, yang nilainya diumumkan pada April 2025 dalam rangkaian Hari Otonomi Daerah.
Pada 2023, Pemkab menyampaikan LPPD 2022 dan meraih skor 3,3346. Sementara, hasil audit terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2024 diperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-11. KPK juga memberikan predikat Kabupaten Antikorupsi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RS Grhasia DIY terus memperkuat transformasi layanan kesehatan yang humanis, adaptif, dan inovatif melalui kegiatan Temu Pelanggan.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.