Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Foto ilustrasi makanan bergizi ideal. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial PPA) Gunungkidul mengklaim penyaluran bantuan sosial (Bansos) makan gratis yang bersumber dari APBD kabupaten berjalan dengan lancar. Total bantuan diberikan kepada 1.227 penerima sasaran dalam rentang waktu satu bulan.
Sekretaris Dinas Sosial PPA Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, tahun ini pemkab mengalokasikan anggaran Rp1.104.300.000. Penyaluran bantuan sudah mulai dilaksanakan pada Jumat (14/2/2025) hingga 30 hari ke depan.
“Bantuan diberikan selama satu bulan ke depan. Setiap harinya dikirim sekali untuk menu makan siang dan sore,” kata Nurudin, Kamis (20/2/2025).
Menurut dia, penyaluran sudah berlangsung hampir satu pekan. Ia mengklaim pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang direncanakan.
BACA JUGA: Stok Beras Capai 4.400 Ton, Pemkot Jogja Pastikan Mampu Penuhi Kebutuhan 3 Bulan ke Depan
Meski demikian, Nurudin mengakui tetap akan melakukan evaluasi setiap sepuluh hari sekali selama pelaksanaan berlangsung. “Tetap ada evaluasi untuk memastikan program berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Penerima bantuan merupakan warga dalam kategori miskin atau terlantar sebanyak 1.227 orang. Jumlah ini terdiri dari lanjut usia sebanyak 518 orang; disabilitas ada 627 orang dan anak terlantar sebanyak 82 orang.
“Yang memasak dilakukan oleh kelompok Masyarakat di setiap kapanewon satu kelompok. Setelah selesai, makannya akan dikirimkan oleh petugas kirim ke penerima sasaran,”
Ditambahkan dia, untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan telah menyiapkan tim yang siaga selama 24 jam. Tim ini dipersiapkan guna penanganan saat terjadi kasus yang butuh penanganan secara cepat. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik. Tujuan memberikan bantuan untuk menambah asupan gizi pada warga penerima sasaran,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti mengatakan penerima bantuan harus dipastikan benar-benar tepat sasaran. Selain itu, masalah keamanan pangan harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah saat program dijalankan.
“Tentunya dewan yang memiliki fungsi pengawasan akan ikut mengawasi. Tujuannya, agar program dapat tepat sasaran dan tidak ada masalah saat dilaksanakan,” katanya.
Menurut dia, upaya pengawasan harus dilakukan karena pelaksanaan juga melibatkan kelompok Masyarakat di 18 kapanewon di Gunungkidul. “Harus dipastikan makanan yang diberikan higienis dan sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang