Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Tim surveyor LAPKLIN meninjau Puskesmas Kraton, Kamis (20/2/2025)./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Puskesmas Kraton mendapatkan akreditasi setelah menempati bangunan baru, menyusul sebelumnya Puskesmas Pakualaman yang juga diakreditasi. Akreditasi ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan dengan tercapainya akreditasi ini, Puskesmas Pakualaman diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih berkualitas.
"Saya berharap, Puskesmas Kraton yang sudah terakreditasi ini otomatis sudah dapat melaksanakan operasional pelayanan kesehatan, begitupun di Puskesmas Pakualaman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2/2025).
BACA JUGA: Animo Masyarakat untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis Masih Minim
Pelaksanaan akreditasi ini menjadi syarat Puskesmas Pakualaman dan Puskesmas Kraton untuk melaksanakan atau memulai operasional pelayanan kesehatan di gedung yang baru.
"Semoga dengan fasilitas baru dan gedung yang lebih nyaman, masyarakat, baik di Kemantren Kraton maupun Kemantren Pakualaman, bisa menikmati layanan yang lebih baik dan berkualitas, sesuai dengan yang telah disediakan oleh pemerintah," tambahnya.
Kepala Puskesmas Kraton, Deo Hadi Nanda, menuturkan Puskesmas Kraton yang sebelumnya terletak di Jalan Musikanan, kini telah pindah ke gedung baru di Jalan Langenastran Kidul Nomor 3, Kelurahan Panembahan. Puskesmas Kraton menempati gedung baru dengan luas lahan 1300 meter.
“Terima kasih atas dukungan dari pemerintah serta Lembaga Akreditasi Puskesmas Klinik dan Laboratorium Indonesia [LAPKLIN] yang telah memfasilitasi proses akreditasi. Dengan adanya akreditasi ini, kami berharap puskesmas dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Jogja,” kata dia.
Surveyor Akreditasi dari LAPKLIN, Arlina Dewi, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Puskesmas Kraton dengan berbagai sektor terkait. "Saya sangat mengapresiasi sinergitas yang terjalin antara Puskesmas Kraton bersama lintas sektor, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren, yang sangat mendukung proses akreditasi ini," ujarnya.
Kerja sama ini menjadi bukti komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah tersebut. Dengan terakreditasi ini, Ia berharap sinergi ini dapat semakin mempererat hubungan antara Puskesmas, pemerintah, serta masyarakat, dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Kota Jogja.
"Akreditasi ini bukan hanya sekadar pencapaian administratif, tetapi juga menjadi momen penting dalam memperkuat kerja sama untuk terus memberikan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.