Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik, TKDN Tembus 60 Persen
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Kemenag Kota Jogja mengukuhkan sekaligus memberikan pembekalan kepada duta moderasi yang berasal dari kalangan pelajar Mubaligh Hijrah Madrasah Muallimat Muhammadiyah jogja, Rabu (26/2/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kemenag Kota Jogja mengukuhkan sekaligus memberikan pembekalan kepada duta moderasi yang berasal dari kalangan pelajar Mubaligh Hijrah Madrasah Muallimat Muhammadiyah jogja, Rabu (26/2/2025).
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja Nadhif mengapresiasi Madrasah Mu’allimaat yang telah melakukan sinergi dan kolaborasi dari program utama di Kemenag. Di mana program moderasi beragama bisa dikolaborasikan dengan Mubaligh Hijrah dengan tujuan untuk kepentingan umat. "Hakikat MH bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan umat, sehingga harus terinternalisasi dalam kehidupan dengan baik," ujar Nadhif.
BACA JUGA : Museum Song Terus Menambah Keberagaman Wisata di Pacitan
Ia menambahkan Indonesia sangat beragam dengan tingkat heterogenitas yang tinggi, sehingga keragaman ini harus menjadi faktor perekat bukan peretak. Oleh karena itu para pelajar harus selalu berkomitmen merawatnya dengan cara menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini. Sehingga memiliki sikap toleransi (menghargai orang lain), menghargai tidak harus mengikuti, menghindari kekerasan, menguatkan semangat nasionalisme. serta adaptif dengan budaya lokal.
“Dengan nilai-nilai itulah berkeyakinan untuk mempertahankan eksistensi ketahanan Republik Indonesia, praktik baik harus disebarluaskan," ucapnya.
Direktur Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Unik Rasyidah menegaskan sikap moderasi sudah diajarkan di Madrasah Muallimaat. Praktik moderasi bahkan menjadi bagian penting dalam kehidupan santri dan melekat di seluruh ranah dakwah Muallimat.
"Kami tidak mendukung dakwah kekerasan dan perpecahan. Tetapi dakwah penuh kedamaian menjadi payung besar, sehingga akan damai dalam melakukan dakwah dimanapun," ujarnya.
Selain di Indonesia peserta juga dikirim ke luar negeri, sehingga mereka diberikan pemahaman terkait perbedaan ketika di negara orang. Moderasi beragama menurutnya sangat penting sehingga harus ada toleransi.
“Ini penting dari pembekalan dari Kemenag untuk bekal ananda semua hingga sampai ke luar negeri. Ini mungkin bisa menjadi langkah awal untuk menjelajah ke seluruh dunia," ujarnya.
Penerjunan MH telah dilakukan tanggal 20 Februari 2025 di Lapangan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta dan langsung diterjunkan oleh Muhammad Sayuti selaku Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.