KDMP Gunungkidul Dibangun di 30 Titik, Ini Persoalan di Lapangan
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Suasana pengajian akbar yang digelar KMY di Stadion Sultan Agung Bantul pada Selasa (27/5/2025) malam dengan tema memperkuat persaudaraan masyarakat madura dan meningkatkan kerukunan bangsa. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Ribuan warga dari Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) memadati Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa malam (27/5/2025) dalam gelaran pengajian akbar tahunan yang digelar sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan kerukunan sosial di wilayah DIY.
Acara ini menghadirkan dua ulama kondang, yakni K.H. Ahmad Muwafiq dan K.H. Musleh Adnan dan terbuka untuk umum, termasuk warga non-Madura. Ketua Umum KMY, RB. Jugil Adiningrat mengatakan, pengajian akbar ini menjadi momen strategis untuk membangun soliditas internal komunitas Madura di Jogja sekaligus menjalin sinergi dengan masyarakat luas.
“Ini agenda tahunan kami. Tujuannya jelas memperkuat silaturahmi dan soliditas internal. Saat internal kuat, kami bisa lebih mudah membangun koordinasi dan kerja sama eksternal terutama dengan Polri, TNI, dan pemerintah,” kata Jugil.
Ia menyebutkan, sekitar 20.000 orang diperkirakan hadir. Data pendaftaran menyebutkan setidaknya 13.500 peserta sudah terdaftar.
“Kami berharap cuaca mendukung, agar tidak hanya warga Madura, tapi juga masyarakat Jogja secara umum bisa hadir dan menikmati suasana pengajian ini,” katanya.
Menurut dia, tema meningkatkan kerukunan bangsa yang diangkat dalam pengajian ini diharapkan bisa dijadikan pedoman warga Madura dalam beraktivitas dengan warga masyarakat lain di wilayah setempat.
BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Liburan di Jogja untuk Keluarga
“Itu menjadi sebuah dasar utama bagi kami terkait kerukunan harus jadi prioritas utama buat kami karena dengan terciptanya kerukunan tersebut, tentunya kami bisa berusaha lebih nyaman, lebih stabil dan lebih adem,” ungkapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi warga Madura di wilayahnya. Ia menyoroti peran strategis mereka dalam bidang sosial, pendidikan, hingga keagamaan.
“Warga Madura di DIY, termasuk di Bantul, punya peran besar. Banyak dari mereka yang berprofesi sebagai pengusaha, akademisi, ulama, dan mahasiswa. Mereka dikenal bersahabat, mudah berinteraksi, dan sangat menghormati nilai-nilai lokal,” ujar Halim.
Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Jogja yang juga dianggap sebagai miniatur Indonesia. “Mari kita rawat terus kerukunan antarwarga, baik sesama Madura maupun lintas etnis. Keamanan dan keharmonisan DIY adalah tanggung jawab bersama,” jelas Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Magelang dalam memenuhi hak pendidikan bagi seluruh anak, tanpa terkecuali.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.