Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menginstruksikan jajarannya untuk melakukan klarifikasi terkait dengan kasus dugaan mesum dan perselingkuhan yang dilakukan oknum pegawai di Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Bupati Endah juga telah mengingatkan kepada pegawai untuk bisa menjaga nama baik individu maupun intansi nya pada saat memimpin apel pertama sebagai Bupati Gunungkidul, pada Senin (3/3/2024).
BACA JUGA: Dua ASN di Gunungkidul Berselingkuh dan Mesum di Toilet Pemkab
“Di bulan puasa ini semoga semua mendapatkan berkah dan hidayah sehingga dapat menjaga perilaku dengan baik,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya, Selasa (4/3/2024).
Menurut Endah, secara pribadi sebagai manusia tidak setuju dengan adanya tindakan perselingkuhan. Namun, sambung Endah, sebagai kepala daerah harus bisa membedakan sebagai pribadi dan tugasnya sebagai bupati.
“Untuk kasus ini, saya sudah sekda dan jajaran pegawai untuk menindaklanjutinya. Saya juga sudah memberikan disposisi guna proses klarifikasi sehingga kasus ditangani sesuai dengan aturan berlaku,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Status Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Sunawan mengatakan, masih menunggu disposisi dari bupati. Instruksi ini menjadi dasar untuk membentuk tim pemeriksa yang terdiri dari perwakilan OPD yang menaungi hingga inspektorat.
“Kalau sudah ada suratnya akan kami lakukan klarifikasi dan hasilnya dilaporkan ke bupati,” katanya.
Disinggung mengenai adanya tindakan mesum di area pemkab, Sunawan belum bisa menyimpulkan dikarenakan belum ada klarifikasi. Meski demikian, apabila benar maka akan diproses sesuai dengan ketentuan berlaku.
“Nanti akan diketahui saat dilakukan klarifikasi oleh tim pemeriksa,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono membenarkan adanya kasus dugaan perselingkuhan dan tindakan mesum yang dilakukan dua oknum pegawainya. Adapun hasil pemeriksaan di internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah diserahkan ke bupati untuk pemberian sanksi.
“Benar keduanya pegawai di dinas kami. Keduanya juga telah mengakuinya dan peristiwa itu terjadi belum lama karena terungkap di 2025,” kata Supartono.
Dia menjelaskan, keduanya juga mengakui telah menjalin hubungan sejak 2022. Peristiwa terpegok bukan yang pertama karena saat itu juga sudah ketahuan.
“Kronologi lengkap terkait dengan pemeriksaan sudah kami tuangkan dalam surat yang kami serahkan ke bupati dengan tembusan ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Gunungkidul,” katanya.
Supartono memastikan hingga sekarang belum ada sanksi kepada kedua pegawai bersangkutan. Sanksi baru diberikan setelah ada instruksi dari dari bupati terkait dengan permasalahan ini.
“Keduanya masih masuk bekerja seperti biasa. Agar tidak kejadian berulang, saya sudah membuat instruksi ke para pegawai untuk agar saling mengingatkan dan mengawasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.