WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto ilustrasi sekolah - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pendidikan Dasar dan menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan jalur-jalur dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Terdapat empat jalur yang akan digunakan dalam SPMB dari tingkat SD hingga SMA.
Kebijakan ini ditetapkan dalam Permendikdasmen No. 3/2025 tentang SPMB. Dalam peraturan tersebut, terdapat empat jalur SPMB tingkat SD, SMP dan SMA, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi dan mutase.
BACA JUGA: Sistem Penerimaan Murid Baru, Bakal Ada Perubahan Daya Tampung di Tiap Jalur
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman, menjelaskan pada SMA, kuota jalur domisili yakni minimal 30% dari daya tampung, jalur afirmasi minimal 30%, jalur prestasi minimal 30% dan jalur mutasi minimal 5%.
Untuk DIY menurutnya baik SMA maupun SMK tetap menggunakan empat jalur tersebut, meski pada SMK, rapor dan prestasi menjadi pertimbangan. “Dua itu sebagai pertimbangan [rapor dan prestasi], tapi tetap menggunakan jalur yang empat itu,” katanya, Rabu (5/3/2025).
Perbedaan SMA dan SMK terletak pada jalur domisili, dimana domisili SMK lebih luas dibanding SMA. “Beda luasan daerahnya. Lebih longgar yang SMK karena SMK kejuruan, keterampilan khusus, sehingga tidak sesempit SMA,” ungkapnya.
BACA JUGA: Disdikpora DIY Masih Menunggu Pemerintah Pusat Soal Rancangan Kuota SPMB 2025
Dalam Permendikdasmen di atas, seleksi calon murid SMK dilaksanakan dengan mempertimbangkan pertama, rapor yang dilampirkan dengan surat keterangan peringkat nilai rapor Murid dari Satuan Pendidikan asal; kedua, prestasi di bidang akademik maupun nonakademik; ketiga, hasil tes bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian yang dipilihnya.
Hasil tes bakat dan minat tersebut menggunakan kriteria yang ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dan dunia usaha atau dunia industri atau asosiasi profesi. Adapun rapor yang dimaksud untuk pertimbangan menggunakan nilai rapor pada lima semester terakhir.
Seleksi calon murid SMK harus memprioritaskan calon murid yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas paling sedikit 15% dari daya tampung Satuan Pendidikan. SMK juga dapat memprioritaskan calon murid yang berdomisili terdekat dengan Satuan Pendidikan paling banyak 10% dari daya tampung Satuan Pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.