Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jalan rusak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul tidak mematok target khusus untuk penyiapan infrastruktur jelang Lebaran 2025. Pasalnya, hampir 80% anggaran penanganan jalan yang dimiliki terpangkas untuk program efisiensi.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, adanya efisiensi anggaran yang diinstruksikan oleh Pemerintah Pusat berdampak terhadap kegiatan perbaikan jalan. Pasalnya, hampir 80% anggaran yang dimiliki ikut terpangkas sehingga program tidak bisa dijalankan.
Menurut dia, seharusnya di tahun ini mendapatkan pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp24.611.747.000. Rencananya, pagu dipergunakan memerbaiki ruas jalan kabupaten di Kapanewon Ponjong dengan panjang sekitar delapan kilometer.
“Pagu ini terbagi menjadi tiga paket pengerjaan dan semuanya berada di Kapanewon Ponjong,” katanya, Jumat (7/3/2025).
Dalam perkembangannya, kata Wadiyana, rencana perbaikan tersebut gagal terlaksana. Hal tersebut dikarenakan adanya instruksi presiden berkaitan dengan penghematan anggaran yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.
“Jadi kita ikut terkena dampaknya. Program perbaikan jalan menggunakan DAK gagal terlaksana di tahun ini,” katanya.
Oleh karena itu, tidak ada target khusus untuk penyiapan infrastruktur jelang Lebaran 2025. Wadiyana mengungkapkan, untuk mempermudah akses sudah disiapkan program penambalan jalan.
BACA JUGA: 431,2 Km Jalan di Gunungkidul Rusak
Hanya saja, ia tidak merinci berapa ruas panjang jalan yang akan ditambal. Dia berdalih untuk program ini hanya dialokasikan anggaran Rp300 juta sehingga penambalan dilakukan untuk yang darurat dan mendesak.
“Mudah-mudahan anggarannya bisa ditambah. Tapi, untuk saat ini dalam pelaksanaan penambalan jalan, kami tidak mematok berapa panjang yang harus selesai dikerjakan,” katanya.
Menurut dia, alokasi anggaran yang ada masih bisa berubah. Ia berharap program perbaikan tetap bisa dijalankan sehingga jalan di Gunungkidul dapat semakin baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.