148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Ilustrasi embung./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kalurahan Gayamharjo, Prambangan, Sleman meminta kepada Pemkab Bantul untuk melakukan pengerukan terhadap Embung Serut. Pasalnya, saat ini terjadi pendangkalan di embung tersebut, padahal embung itu digunakan untuk pengairan pertanian warga sekitar.
Lurah Gayamharjo, Parwoko, mengungkapkan saat ini embung tersebut mengalami sedimentasi. Meski dapat menjadi lahan resapan, namun penggunaan embung menjadi tidak optimal. Padahal, air yang tertampung dapat menjadi sumber pengairan pertanian warga.
“Penuh lumpur embungnya. Embung ini juga belum ada talut di dindingnya, samping-sampingnya,” kata Parwoko dihubungi, Minggu (9/3/2025).
BACA JUGA: Hati-Hati Ada Hoaks Bertebaran
Menurut dia, apabila embung tersebut mampu berfungsi optimal, masyarakat akan sangat terbantu. Sebab, karakteristik tanah di Gayamharjo, utamanya di perbatasan Gunungkidul merupakan batuan kapur. Selain itu, lahan pertanian di Gayamharjo juga mayoritas tadah hujan. Sehingga Embung Serut sangat penting, bahkan keberadaan embung tersebut pernah dimanfaatkan untuk budidaya ikan.
“Kami malah minta kalau bisa ada pengerukan atau apapun agar debit air bertambah. Tidak perlu membuat embung lagi. Masyarakat juga saya dorong untuk menafaatkan lahan tegalan untuk pertanian, bisa sayur dan buah juga,” imbuhnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan penggunaan sumur bor di wilayahnya tidak selamanya optimal. Ada potensi air tanah lolos atau water loss. Parwoko mengaku sempat ada mata air yang hilang, utamanya di sisi selatan. Sementara wilayah Gayamharjo sisi utara lebih ramah pertanian.
“Sisi utara mulai dataran. Ada sumur bor juga yang dikelola warga lewat Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat,” ucapnya.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyampaikan ada dua embung yang akan direhabilitasi. Rehab tersebut terbatas pada perbaikan/ pembangunan talut. Dua tersebut yaitu Embung Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan dan Embung Klampeyan, Tlogoadi, Mlati.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Ari Triyono, mengatakan anggaran rehabilitasi berasal dari APBD Sleman 2025 dengan nilai kurang dari Rp200 juta. "Karena di bawah Rp200 juta, kami tidak melakukan lelang,” kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M