Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau Alun-alun Wonosari, pada Senin (10/3/2025). Alun-alun Wonosari akan dilakukan perbaikan di tahun ini/ Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com. GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan penataan kawasan Alun-alun Wonosari dilanjutkan tahun ini. Pemkab telah menyiapkan anggaran mencapai Rp1 miliar untuk menata kawasan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, penataan Alun-alun Wonosari kembali dilanjutkan di 2025. Saat ini , telah ada pengecekan bersama dengan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih terkait dengan penataan ini.
“Pagi tadi ada pengecekan bersama bupati terkait dengan rencana penataan alun-alun,” kata Hary saat dihubungi, Senin (10/3/2025).
Ia menjelaskan, ada beberapa instruksi terkait dengan penataan alun-alun. Salah satunya, berkaitan dengan kondisi lapangan yang dikeluhkan sehingga harus ditangani agar saat pelaksanaan Salat Id mendatang bisa berjalan dengan baik.
“Sudah kami persiapkan dan rencananya biar tambah rata dengan digilas menggunakan stom walls,” ungkapnya.
BACA JUGA: Gunungkidul Expo 2024 Digelar di Alun-alun Wonosar
Menurut Hary, pemerataan tanah bukan bagian dari program penataan yang dibiayai APBD. Pasalnya, kebijakan yang diambil berdasarkan instruksi bupati terkait keluhan penyelenggaraan Salat Id di 2024 lalu. “Nanti penataan ada sendiri. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp1 miliar,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Ia menjelaskan, untuk penataan alun-alun masih dalam tahap persiapan. Rencananya pelaksanaan diawali dengan tahap Lelang guna mencari rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. “Belum masuk tahap Lelang karena masih dalam persiapan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hal mendesak dan harus dikerjakan adalah kondisi lapangan. Banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi lapangan dan diharapkan bisa segera ditangani agar bisa digunakan untuk Salat Id, Lebaran 2025.
“Sudah kami instruksikan agar segera ditindaklanjuti sehingga Nyaman saat pelaksanaan Salat Id,” kata Mbah Endah, sapaan akrabnya.
Menurutnya, tahun ini juga ada rencana penataan dengan alokasi anggaran Rp1 miliar. Berdasarkan paparan dari tim DLH, penataan menyasar ke sejumlah pengerjaan mulai dari saluran drainase agar tidak terjadi genangan di musim hujan.
Selain itu, juga ada pemasangan rumput baru hingga perapian untuk pohon ringin di alun-alun. “Ada juga pembenahan untuk tiang bendera biar lebih standar. Harapannnya bisa segera dikerjakan sehingga dapat digunakan untuk upacara 17an,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.