DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi parkir - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pedagang Pantai Sepanjang, Gunungkidul, mengeluhkan fasilitas parkir dan air bersih yang belum memadai meski relokasi dan penataan kawasan sudah berjalan.
Salah satu pedagang Pantai Sepanjang, Wiyono, menyatakan bahwa pada dasarnya para pelaku usaha tidak keberatan dengan program penataan kawasan pantai. Buktinya, sebanyak 109 pedagang telah bersedia pindah dari bibir pantai ke lokasi jualan baru di sisi utara jalan yang telah diaspal.
“Pedagang sudah mau pindah semuanya per 7 Januari,” ujar Wiyono kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Meski sudah menempati lokasi baru, Wiyono memberikan sejumlah catatan kritis kepada Pemkab Gunungkidul. Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi area parkir kendaraan yang berada di belakang kios pedagang.
Menurutnya, lahan parkir tersebut belum rata sehingga sering muncul genangan air saat hujan turun. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Sepanjang.
“Ini harus diselesaikan agar lokasi parkir bisa lebih representatif,” tegasnya.
Selain masalah parkir, Wiyono mengungkapkan bahwa di lokasi berjualan yang baru belum tersedia fasilitas saluran air bersih maupun tempat cuci piring. Ia berharap kekurangan infrastruktur dasar ini segera dilengkapi agar konsep penataan kawasan wisata benar-benar matang.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, memastikan bahwa proses penataan Pantai Sepanjang masih terus berjalan.
Selain berencana membangun jalur pedestrian (jalur pejalan kaki) dan talut di bibir pantai, pemerintah juga memiliki program untuk melengkapi fasilitas internal di setiap warung milik pedagang.
“Sudah kami siapkan programnya agar penataan bisa lebih sempurna,” kata Rakhmadian.
Beberapa rencana pengembangan yang akan segera direalisasikan antara lain:
- Pemasangan Partisi: Pemberian sekat antarwarung agar lebih tertata.
- Estetika Warung: Program pengecatan warung agar terlihat seragam dan indah.
- Sanitasi: Pembangunan tempat cuci piring di setiap unit warung.
- Limbah & Lingkungan: Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membangun saluran pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan pantai.
Tak hanya itu, Pemkab Gunungkidul juga berencana memasang lampu penerangan jalan umum (LPJU). Langkah ini bertujuan agar kawasan Pantai Sepanjang tetap hidup dan terang saat malam hari, sehingga keamanan dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.