Antisipasi Macet Dampak Jalan Tol: Sleman Siapkan Trans Sembada, Ini Jalurnya
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, SLEMAN—Saluran outlet atau saluran pengeluaran Embung Lemahbang di Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman hancur. Hancurnya outlet tersebut menyebabkan air tidak dapat mengalir sesuai alurnya dan justru menabrak dinding batuan yang menjadi talut. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani, satu rumah yang berada di bagian atas talut tersebut terancam ambrol.
Lurah Gayamharjo, Parwoko, mengaku khawatir air dari saluran outlet tersebut menggerus dinding batuan di sekitarnya dan menyebabkan longsor, sehingga mengancam satu rumah yang berada di bagian atas.
“Arah saluran pengeluaran air itu nanti ke sungai besar di sekitaran Piyungan itu. Kalau dinding itu bukan batu sudah hancur dari dulu itu. Rumahnya itu dekat sekali, sebelahnya. Kurang dari sepuluh meter,” kata Parwoko dihubungi, Senin (10/3/2025).
BACA JUGA: Perlu Rehabilitasi Embung Serut
Sementara, ditemui di kantornya, Ketua Tim Kerja Rehabilitasi dan Pegendalian Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Arif Haryanto, mengaku umur struktur outlet yang sudah tua menyebabkan penurunan kualitas dan rentan hancur. Selain itu, debit embung yang besar menambah beban saluran outlet.
Saluran ini, kata dia memang sudah hancur atau pasangan struktur outlet terpisah-pisah. Adapun kondisi struktur embung justru tidak mengalami masalah.
“Embung itu kan ada pintu yang secara rutin harus dibuka. Kalau melebihi daya tampung kan bisa meluap. Mungkin sempat tidak terkontrol debit air dan menyebabkan saluran outlet rusak,” kata Arif.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Ari Triyono, mengatakan segera memperbaiki atau rehab saluran outlet tersebut agar air dapat mengalir sesuai alur pengeluarannya. Dengan begitu, air tidak akan menggerus dinding/ talut di sekitarnya.
Anggaran yang diperlukan guna melakukan rehabilitasi tersebut, kata dia kurang dari Rp200 juta. Pengadaan dilakukan secara langsung tanpat tender. Paling tidak, pelaksanaan perbaikan outlet mulai Juli 2025.
“Kami memertimbangkan curah hujan juga. Kalau masuk musim kemarau pembangunan menjadi lebih efektif-efisien,” kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jevon Joechelin Jotham, tercatat dalam manifes Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)