DPRD Sleman Minta 114.000 UMKM Dipetakan Lebih Rinci
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyampaikan sebanyak 1.931 orang yang mengakses program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Hari Ulang Tahun (HUT) di Sleman per Sabtu (8/3/2025). Digelar sejak sebulan lalu, CKG HUT masih perlu disosialisasikan di masyarakat lantaran tingkat partisipasi masih tergolong rendah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Esti Kurniasih mengatakan hanya ada 701 orang yang hadir dan dilayani di Puskesmas dari jumlah pendaftar yang ada. Dibandingkan dengan laki-laki, pendaftar perempuan lebih banyak, sebesar 64,3%.
BACA JUGA : Dinkes Jogja Sebut Ratusan Orang Telah Terlayani Cek Kesehatan Gratis di 18 Puskesmas
Dinkes terus melakukan promosi program tersebut melalui berbagai sarana. Dalam bentuk iklan layanan masyarakat, Dinkes menyebarkan informasi melalui media sosial, radio dan surat kabar daring/online.
“Informasi terbaru dari Kementrian Kesehatan [Kemenkes], mengenai program CKG ini segera dibuka layanan yang tidak harus menunggu ulang tahun. Jadi nanti warga bisa memeriksakan diri kapan saja dalam rentang satu tahun tersebut. Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kemenkes,” kata Esti dihubungi, Selasa (11/3/2025).
Esti menerangkan masih ada warga yang datang tanpa mengisi survei di aplikasi SatuSehat. Karena ada warga memiliki keterbatasan literasi digital yang berkaitan erat dengan usia. Meski begitu, Puskesmas tetap melayani warga.
Petunjuk teknis (juknis) dari Kemenkes untuk mengantisipasi apabila warga langsung datang ke Puskesmas juga telah dibuat. Petugas kesehatan akan membantu warga mengisi survei yang menjadi dasar skrining.
CKG tersebut memang dilakukan sebatas pada skrining faktor risiko saja, tidak sampai ke tahap diagnosa penyakit. Apabila nanti ada faktor risiko yang ditemukan, petugas kesehatan akan mengarahkan pasien untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mencapai penegakan diagnosa.
BACA JUGA : Ratusan Murid di Bantul Ikut Edukasi dan Cek Kesehatan Gratis
Terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di Puskesmas, Esti menyampaikan situasi tiap Puskesmas di Sleman berbeda-beda, termasuk beban sasaran juga berbeda. Alur dan hari pelayanan mengikuti kondisi SDM yang ada.
“Ada pasien yang dilayani bersamaan dengan pasien lain. Tapi ada situasi ketika petugas kesehatan melayani pasien di poli khusus, ini jika kondisi SDM memungkinkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
DPRD DIY meresmikan Forum Parlemen Nyawiji untuk memperluas partisipasi warga dalam penyusunan kebijakan daerah.
KPK menyatakan pemanggilan Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi ATR/BPN bergantung pada kebutuhan penyidikan.
Nama di KTP salah ketik tidak selalu harus diperbaiki lewat pengadilan. Simak syarat, dokumen pembanding, dan cara mengurusnya di Dukcapil.
Samsung Display dikabarkan mendapat kontrak eksklusif tiga tahun untuk memasok panel OLED iPhone Duo dan generasi iPhone lipat Apple.
Pemerintah menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kadar klaim. Simak cara mengenali dan memastikan beras fortifikasi.