Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Aparatur Sipil Negara (ASN) akan menjalani work from anywhere (WFA) menjelang dan pasca Lebaran. Diharapkan melalui kebijakan ini, kepadatan arus mudik dapat dipecah dan lebih merata.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan kebijakan WFA bertujuan untuk mendistribusikan perjalanan para pemudik sehingga tidak menumpuk di libur Lebaran. “Jadi kami target dari tanggal 24. Kami memprediksi perjalanan mulai muncul pada 21 Maret [Jumat],” ujarnya saat ditemui di kompleks Kepatihan, Rabu (12/3/2025).
WFA juga rencananya akan diperpanjang pasca Lebaran, untuk mengurai perjalanan pada arus balik. “Setelah kami lihat, ternyata antara perjalanan mudik dan balik, punya jumlah yang cukup besar juga. Sehingga kami sekarang sedang berbicara dengan stakeholder untuk mengantisipasi termasuk WFA saat arus balik,” katanya.
Namun untuk durasi WFA pasca Lebaran, saat ini belum diputuskan dan masih dalam proses pembahasan pihak terkait. “Ini masih digodok oleh Men-PANRB [Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi]. Sementara ini belum bisa diumumkan,” katanya.
BACA JUGA: Tenda Pasar Ramadan di Alun-Alun Wates Ditabrak, Sopir Diduga Mabuk
Pada Lebaran 2025, diprediksi ada sekitar 146 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan perjalanan, baik perjalanan mudik maupun liburan. Namun ia tidak merinci berapa banyak perjalanan tersebut yang bertujuan masuk DIY.
Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, menuturkan dengan adanya WFA tersebut, diharapkan tidak ada puncak kepadatan arus mudik. “Peak-nya [ puncak arus mudik] tidak akan terjadi. Ada pemecahan. Makin tenang kita untuk pengamanan lalu lintas,” ujarnya.
Secara empiris, arus mudik di Jogja biasanya terjadi dua hari setelah wilayah Jawa Tengah. “Contohnya sekarang Jawa Tengah lagi sibuk-sibuknya, Jogja tidak ada apa-apa. Dua hari kemudian, di sana sudah tenang, baru kita sibuk,” paparnya.
Pengamanan arus mudik saat ini juga sudah dibantu teknologi sehingga semakin mudah. “Sekarang kita punya CCTV, semuanya terpantau. Ada indikator hijau, kuning, merah. Begitu kuning, dia memberi warning ke kami untuk menyiapkan diri,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.