Selama Ramadan, Baznas Kulonprogo Salurkan ZIS Senilai Rp3,59 Miliar untuk 7.500 Orang

Triyo Handoko
Triyo Handoko Kamis, 13 Maret 2025 07:47 WIB
Selama Ramadan, Baznas Kulonprogo Salurkan ZIS Senilai Rp3,59 Miliar untuk 7.500 Orang

Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan (kiri) saat menyerahkan ZIS kepada tukang becak di depan rumah dinasnya, kegiatan itu diinisiasi Baznas Kulonprogo pada Rabu (12/3/2025).

Harianjogja.com, KULONPROGO–Baznas Kulonprogo menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) senilai Rp3,59 miliar selama Ramadan ini. Penyaluran itu dilakukan kepada 7.500 orang yang berhak menerimanya.

Secara simbolis penyerahan perdana dilakukan pada Rabu (12/3/2025) di depan Rumah Dinas Bupati. Sebanyak 60 pengayuh becak di sekitar Alun-alun Wates menerima penyaluran ZIS perdana tersebut.

BACA JUGA: Program Ramadan Baznas DIY Sasar Marbot Masjid hingga Pekerja Rentan

Ketua Baznas Kulonprogo, Alfanuha Yushida menjelaskan pihaknya sudah mendata ribuan orang untuk menerima ZIS itu. Para penerima itu antara lain guru ngaji, tenaga honorer Pemkab Kulonprogo, relawan sosial, guru tidak tetap hingga pegawai tidak tetap, serta warga binaan Rutan Wates yang tidak mampu.

Alfanuha menjelaskan dana ZIS sebanyak Rp3,59 miliar ini terkumpul dari mudzaki atau mereka yang wajib membayar zakat. “Kebanyakan dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulonprogo,” jelasnya.

Penyaluran dana ZIS yang telah terkumpul itu, jelas Alfanuha, akan disalurkan secara bertahap termasuk saat agenda safari tarawih Pemkab Kulonprogo. “Pentasyarufan atau penyerahan ZIS ini lewat kegiatan Safari Tarawih tingkat kabupaten dan di tiap kapanewon, nanti bertahap tiap wilayah,” terangnya.

BACA JUGA: Baznas DIY Salurkan Ribuan Paket Logistik hingga Buka Posko Mudik Ramadan 2025

Agenda ini jadi program rutin Baznas Kulonprogo selama bulan puasa. Tujuannya untuk membantu dan meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya khususnya saat Idulfitri nanti.

Sementara Bupati Kulonprogo Agung Setyawan yang turut menyalurkan ZIS secara perdana ini menyebut program dari Baznas merupakan bentuk solidaritas sosial. “Program ini bagi kami harus terus dipertahankan,” ujarnya.

Agun menilai program itu menjadi wadah untuk membangun kebersamaan di antara sesama, khususnya untuk saling membantu dan peduli terhadap kondisi orang lain. "Program seperti ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa empati terhadap sesama," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online