WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Dwi Lestari menunjukkan sabun hasil olahan ecoenzim dari kulit buah, Rabu (12/3/2025)./ist
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Patehan, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Dwi Lestari, memiliki cara unik dalam mengolah sampah organik. Mulai dari metode biopori hingga pembuatan ecoenzim menjadi sabun seraba guna dilakukan untuk mengurangi pembuangan sampah.
Dwi Lestari merupakan Ketua Bank Sampah Pualam RW 3 Kelurahan Patehan. Di samping kegiatannya di bank sampah mengelola sampah anorganik, di rumahnya sendiri ia melakukan berbagai metode pengelolaan sampah organik.
“Lima metode yang saya lakukan untuk mengelola sampah organik, mulai dari komposter, biopori, ember tumpuk, lusida [lubang sisa dapur] dan pembuatan ecoenzim untuk dijadikan sabun. Lusida dan biopori untuk sisa makanan. Kalau ember tumpuk dan komposter untuk khusus yang masih mentah atau segar,” ujarnya, Rabu (12/3/2025).
BACA JUGA: THR ASN 2025 di Sleman Naik, BKAD Siapkan Rp60 Miliar
Khusus untuk sampah kulit buah yang masih segar, ia mengolahnya menjadi ecoenzim. “Ecoenzim tersebut saya kembangkan untuk menjadi sabun. Dikonsumsi sendiri bisa untuk cuci baju, cuci piring, buat pel dan buat badan,” kata dia.
Pembuatan ecoenzim ini membutuhkan bahan kulit buah segar minimal lima macam, gula dan air dengan perbandingan 3:1:10. “Kulit buah biasanya yang dikonsumsi di rumah, ada pisang, papaya, mangga, apel, pir, jeruk,” ungkapnya.
Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam sstoples dengan kapasitas dua kali lipat jumlah air. Semua bahan harus dalam kondisi bersih karena kalau tidak akan menimbulkan bau tidak sedap. “Masukkan air dan gula, lalu masukkan kulit buah,” katanya.
Setelah semua bahan masuk, stoples ditutup rapat dan didiamkan selama minimal tiga bulan. Setelah tiga bulan, pemanenan dipisah antara air bening, endapan dan ampas kulit buah. Air bening digunakan untuk membuat sabun, endapan digunakan bisa digunakan untuk masker atau parem, ampas kulit buah bisa untuk kompres, penyerap bau hingga pupuk.
Adapun proses selanjutnya pembuatan sabun yakni cairan bening ecoenzim ditambahkan NaOH atau soda api dan minyak goreng. Semakin bagus kualitas minyak yang dipakai, sabun yang dihasilkan pun akan semakin bagus. Biasanya ia menggunakan olive oil atau palm oil.
Minyak jelantah juga bisa dipakai dalam pembuatan sabun ini, tapi sebaiknya tidak digunakan untuk badan. Campuran NaOH menjadikan sabun tersebut berbentuk padat. Sedangkan kalau ingin membuat sabun cair, digunakan campuran methyl ester sulfonate (MES) dan garam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026