Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Korupsi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman memeriksa 10 orang saksi dalam kasus dugaan penyimpangan pengadaan wireless fidelity (Wifi) Tahun Anggaran 2022-2023 di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman. Pengadaan Wifi ini dilakukan untuk pedukuhan, komunitas, dan pasar tradisional secara multiyears dengan total anggaran Rp8,5 miliar.
Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Riski Adrian, mengatakan saksi yang telah dipanggil berasal dari jajaran Diskominfo, pejabat pembuat komitmen (PPK), dan penerima manfaat.
"Penyedia jasa dari Sleman sudah kami panggil namun belum hadir, meminta dijadwalkan ulang. Kami juga sudah minta keterangan ke penyedia jasa serupa lainnya sebagai pembanding," kata Riski saat dikonfirmasi, Kamis (13/3/2025).
Riski mengatakan Diskominfo Sleman telah memberikan keterangan dan data-data yang diperlukan penyidik dalam tahapan penyelidikan. Adapun penyelidikan telah dilakukan sejak akhir 2024.
Dia menegaskan apabila penyedia jasa telah memberikan keterangan, maka kepolisian akan mengajukan audit investigasi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung potensi kerugian negara. "Terkait dengan modus pengadaannya apakah fiktif atau ada mark up, kami baru bisa menyampaikan setelah ada hasil audit dari BPKP," katanya.
Selama penyelidikan, Riski mengaku membawa beberapa dokumen, seperti dokumen proyek dan buku register Diskominfo Sleman. Dia optimistis status kasus ini akan naik ke tahap penyidikan. Ketika sampai di tahap penyidikan, semua saksi akan dipanggil ulang. Kepolisian juga akan mendatangkan ahli. "Kami yakin kasus ini bisa naik ke tahap penyidikan. Hanya saja kalau berbicara fakta hukum, kami harus menunggu hasil audit BPKP dulu," ucapnya.
Merujuk pada situs Kominfo Sleman, pengadaan langganan free Wifi pedukuhan, komunitas, dan pasar tradisional tersebut merupakan program prioritas Bupati Sleman periode 2021 - 2024, Kustini Sri Purnomo. Program prioritas tersebut dimulai sejak 2021.
Asisten Administrasi Umum Setda Sleman yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Diskominfo, Eka Suryo Prihantoro, mengaku belum dapat memberikan statemen ihwal penyelidikan yang digelar Polresta Sleman. “Mohon maaf. Saya tidak usah menanggapi dulu,” kata Eka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.