Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Seorang pengunjung sedang duduk di ruang tunggu penjualan tiket bus Akap di Terminal Dhaksinarga, Wonosari. Selasa (4/4/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas penumpang di Terminal Tipe A Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari masih sepi. Hal ini pun berdampak terhadap harga jual tiket perjalanan bus antar kota antar provinsi di tempat tersebut.
Staf Perusahaan Otobus (PO) Maju Lancar, Sentot mengatakan, jelang perayaan Idulfitri terus melakukan persiapan untuk penyelenggaraan mudik maupun arus balik. Salah satunya menyiapkan armada untuk mengangkut penumpang dari luar daerah menuju Wonosari atau sebaliknya.
“Kalau total berapa yang disediakan masih dicek. Pengecekan dilakukan untuk memastikan armada benar-benar layak untuk dioperasikan,” kata Sento, Minggu (16/3/2025).
Meski demikian, ia mengakui hingga penyelenggaraa Puasa di hari ke-16 kondisi masih sepi. Belum ada lonjakan penumpang yang berasal dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tanggerang dan sekitarnya.
“Yang dari Wonosari menuju luar daerah juga masih sepi,” ungkapnya.
Menurut dia, belum adanya lonjakan penumpang merupakan hal yang wajar. Ia memperkirakan lonjakan aktivitas baru terlihat di H-5 sebelum Lebaran atau mulai 25 Maret 2025 mendatang.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar sehingga momen Lebaran dapat memberikan berkah bagi armada angkutan penumpang,” katanya.
Masih sepinya aktivitas penumpang berdampak terhadap harga tiket transportasi. Ia mengakui, tiket untuk jurusan Jakarta dan sekitarnya saat ini masih tergolong normal dengan kisaran harga Rp230.000-270.000 per penumpang.
“Harga disesuaikan dengan tipe bus dan jumlah kursi penumpang. Yang paling mahal saat ini dipatok Rp270.000 per orang,” katanya.
Sentot tidak menampik pada saat jelang Lebaran atau arus balik akan terjadi kenaikan tiket bus antar kota antar provinsi. Meski demikian, pihaknya belum bisa mematok berapa harga tertinggi untuk sekali perjalanan.
“Masih lihat situasi dan kondisi maupun kebijakan dari Pemerintah. Kalau tahun lalu saat Lebaran, tiket bus paling mahal ada yang dipatok Rp500.000 per orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.