Pieter Huistra Puas Rotasi Dua Tim PSS Sleman di Uji Coba
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Suasana Terminal Jombor pada Senin (3/4/2023) yang belum terlihat adanya kepadatan penumpang yang signifikan./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN -- Peningkatan jumlah penumpang di Terminal Jombor, Sleman belum mengalami kenaikan signifikan di pertengahan Ramadan. Lonjakan penumpang diprediksi baru akan mencapai puncaknya pada empat hari jelang lebaran.
Ketua Paguyuban Agen Perwakilan Bis Malam (Papbima) Terminal Jombor, Ambaryanti menjelaskan peningkatan jumlah penumpang yang terjadi saat ini tergolong masih rata-rata. Artinya kenaikan pembelian tiket kurang lebih masih sama dengan libur-libur biasa bukan libur lebaran.
"Belum [drastis kenaikannya], ini belum kelihatan, masih rata-rata. Rata-rata seperti liburan pada umumnya, bukan liburan lebaran, jadi masih rata-rata. Enggak tahu kok beda banget dengan yang dulu," kata Yanti pada Minggu (16/3/2025).
Saat ini kursi bus-bus reguler juga masih tersedia, belum sampai menggunakan kursi di slot bus tambahan. "Tidak seperti tahun-tahun kemarin, maksudnya masih bisa teratasi karena [bus] reguler kursi-kursinya masih tersisa," ungkapnya.
Pada arus mudik, peningkatan pembelian tiket di Terminal Jombor terjadi di tujuan arah Sumatera. "Untuk peningkatan ada, untuk pembelian tiket ke arah Sumatera," jelasnya.
Kebanyakan rute mudik arah Sumatera ini dibeli para mahasiswa yang menempuh pendidikan di Jogja. Beberapa dari mereka banyak yang memilih waktu keberangkatan di 21-24 Maret sebagai tanggal mudik di lebaran tahun ini.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Segmen Tamanmartani Dibuka Jika Terjadi Kepadatan di Exit Toll Prambanan
Jika arus mudik didominasi penumpang dengan rute arah Sumatera, pada arus balik nanti diisi para penumpang dengan arah Jakarta. "H- lebaran gini arus mudiknya dari Jogja ke Sumatera karena mayoritas mahasiswa. Arus baliknya baru Jogja ke Jakarta," ungkap Yanti.
Yanti mengestimasi puncak kenaikan penumpang baru akan terjadi sekitar tanggal 27 Maret 2025. "Kayaknya itu tanggal 27 puncaknya. Tanggal 28 dan 29 ada sih tapi enggak seberapa," tandasnya.
Menyangkut harga, pembelian satu tiket penumpang ke arah Sumatera sudah dibanderol di harga Rp550.000 per orang dari yang semula Rp490.000 per orang. Kenaikan harganya di kisaran Rp60.000 per tiketnya. Kenaikan ini lanjut Yanti kurang lebih sama dengan kenaikan harga tiket bus pada lebaran tahun lalu.
Hanya saja, Yanti memprediksi harga tiket akan mencapai puncaknya tertingginya di angka Rp600.000 per orang untuk tujuan Sumatera. "Jadi bertahap kenaikannya. Paling [tertinggi] Rp600.000 sampai Sumatera," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Prabowo menyebut ekosistem mobil listrik Indonesia di Purwakarta-Subang ditargetkan mulai produksi besar-besaran paling lambat 2028.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) membuka rangkaian Dies Natalis ke-61 bertema “Sinergi UAJY Mewujudkan Laudato Si’
Kasus warga yang dirujuk untuk penanganan kesehatan mental di Solo mencapai 13,95% pada triwulan II 2026.
Pemkab Sleman mendukung PSS dengan penambahan fasilitas Stadion Maguwoharjo. Tim kementerian telah meninjau stadion.
Layanan investasi emas di BRImo didukung oleh PT Pegadaian (Persero) sebagai pelopor layanan Bank Emas (Bullion Bank) di Indonesia