Pelatihan Aksara Jawa di Keparakan Diserbu Generasi Muda
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
Sejumlah sampah menumpuk di timur Jembatan Gembiraloka Zoo, Gedongkuning, Banguntapan, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Selama libur Lebaran 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memperkirakan akan terjadi peningkatan sampah di pantai selatan Bantul. DLH Bantul mengoptimalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada untuk mengolah sampah tersebut.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan pihaknya memperkirakan akan terjadi kenaikan sampah sekitar 10% dari total produksi sampah Bantul yang mencapai 150 ton per hari.
BACA JUGA: Ribuan Penggerobak Sampah di Jogja Siap Bekerja, Pemkot Siapkan Fasilitas
“Untuk Lebaran 2025, kami memprediksi ada peningkatan volume sampah karena aktivitas selama Lebaran,” katanya, Selasa (18/3/2025).
Bambang mengaku aktivitas selama hari besar keagamaan tersebut diperkirakan akan meningkatkan volume sampah di sana. Selain itu, menurut Bambang, selama libur Lebaran, diperkirakan pula ada peningkatan volume sampah yang dihasilkan dari kunjungan wisatawan di pantai selatan Bantul.
Untuk itu, Bambang mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah di sana. Bambang mengaku di sana akan ditempatkan anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Darurat Sampah yang akan mengangkut sampah yang ada di sana.
Bambang memastikan anggota Satgas tersebut akan bersiaga di posko lebaran yang ada di sana untuk memastikan kebersihan di pantai selatan Bantul tetap terjaga.
Dia berharap selama libur Lebaran, wisatawan dapat tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Apabila ada tumpukan sampah, dia meminta agar wisatawan segera menyampaikan kepada anggota Satgas terkait untuk segera mengangkut sampah tersebut.
Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul tersebut memastikan Pemkab Bantul mampu mengolah seluruh sampah yang ada selama libur Lebaran dengan TPST yang tersedia.
“Kami mengupayakan mengolah sampah tersebut di ITF Bawuran dan TPST lain yang ada,” katanya.
Senada, Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Markus Purnomo Adi mengaku ada 33 orang petugas yang akan disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan sampah pantai selatan Bantul selama libur Lebaran 2025.
“Kami berharap sampah yang dibawa pengunjung dapat ditaruh di tempat yang sudah tersedia, sehingga memudahkan petugas kebersihan mengambilnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.