Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Sebuah rumah di kawasan Metuk, Donotirto, Kretek, Bantul, rusak akibat angin kencang pada Rabu (19/3/2025).
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Bantul pada Rabu (19/3/2025) pukul 08.30 WIB menyebabkan kerusakan di dua kapanewon. Berdasarkan laporan dari BPBD Bantul, bencana ini berdampak pada tiga rumah di Kapanewon Kretek dan Pundong dengan estimasi kerugian sekitar Rp10,3 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan di Kapanewon Kretek, satu rumah di Kalurahan Donotirto mengalami kerusakan atap. Genteng sebanyak 350 keping, asbes 40 lembar berukuran 2 meter, serta atap 10 unit rusak dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp7 juta.
"Pemilik rumah yang terdampak, Yunanto, kini membutuhkan bahan bangunan dan terpal untuk menutupi atap," ujarnya.
Sementara itu, di Kapanewon Pundong, dua rumah di Kalurahan Srihardono juga rusak. Rumah milik Jumiran mengalami genting pecah sebanyak 30 keping serta atap yang rusak sebanyak 10 unit, dengan kerugian sekitar Rp300.000.
BACA JUGA: Ini Penyebab Perusahaan Pengemas Minyakita Kurangi Takaran Menurut Kemendag
Sedangkan rumah milik Painem mengalami kerusakan lebih parah, dengan genting pecah mencapai 150 keping dan atap 20 unit, menyebabkan kerugian sekitar Rp3 juta.
"Keluarga ini juga membutuhkan bantuan terpal dan logistik tambahan," jelasnya.
BPBD Kabupaten Bantul bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan sukarelawan telah turun ke lokasi untuk membantu warga terdampak. Sejumlah warga juga telah bergotong royong membersihkan puing-puing dan melakukan perbaikan atap rumah secara mandiri.
"Untuk saat ini, kondisi sudah terkendali. Warga telah melakukan kerja bakti, dan beberapa rumah mulai diperbaiki. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait," ujar Antoni.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Bantul mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dengan berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, FPRB, serta jejaring relawan guna meminimalkan dampak bencana serupa di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.