SMA dan SMK di Perbatasan Gunungkidul Kekurangan Siswa
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat ada beberapa potensi bencana di jalur untuk masuk ke wilayah Bumi Handayani.
Potensi kebencanaan ini sudah dilaporkan dalam rapat koordinasi lintas sektor menyambut Perayaan Idulfitri yang digelar beberapa waktu lalu.
“Potensi kebencanaan ini sudah kami laporkan untuk menjadi bagian mitigasi selama perayaan berlangsung,” kata Kepala Bidang kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi, Rabu (19/3/2025).
Dia menjelaskan, untuk peta rawan longsor bisa terjadi di Jalur Utama Jogja-Wonosari. Kajian itu bukan tanpa alasan karena peristiwa longsor pernah terjadi di jalur ini sehingga potensi pengulangan masih memungkinkan.
“Potensi longsor masih sangat mungkin karena lokasi jalur ada yang di wilayah perbukitan. Selain jalur Jogja-Wonosari, potensi longsor juga berpotensi terjadi di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari,” ungkapnya.
Menurut Sumadi, potensi bencana tidak hanya longsor. Pasalnya, kerawanan lain seperti pohon tumbang juga patut diwaspadai karena saat sekarang masih musim hujan.
Jalur masuk Gunungkidul yang rawan pohon tumbang di antaranya di jalur utama Jogja-Wonosari. Adapun selanjutnya, ada di Kapanewon Purwosari, Panggang, Semin dan Ngawen.
BACA JUGA: Ini Penyebab Perusahaan Pengemas Minyakita Kurangi Takaran Menurut Kemendag
“Untuk jalur zona selatan memang ada perbukitan, tapi konturnya bebatuan sehingga tidak mudah longsor. Tetapi, potensi pohon tumbang tetap harus diwaspadai,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Gunungkidul, R Agus Hendro K mengatakan, sudah ada koordinasi dengan Satlantas Polres Gunungkidul untuk kelancaran arus lalu lintas saat perayaan Idulfitri. Beberapa rekayasa lalu lintas sudah dipersiapkan untuk mengurangi risiko kepadatan laju kendaraan. “Terus ada koordinasi termasuk pemetaan jalur-jalur yang dianggap rawan,” katanya.
Hendro mengungkapkan, untuk kelancaran lalu lintas, rencananya di jalur utama Jogja-Wonosari ada kebijakan larangan kendaraan angkutan barang beroperasi. Kebijakan ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Perhubungan RI.
“Tujuannya biar lancar. Penerapannya hanya sementara beberapa hari sebelum dan sesudah Lebaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan seorang pemotor setelah diduga kehilangan konsentrasi dan terpental ke jalur berlawanan.
Pendaki di Bukit Savana Dandaun, kaki Gunung Rinjani, meninggal dunia akibat hipotermia setelah dievakuasi tim SAR gabungan.
Jadwal tradisi Bulan Sura di Bantul 2026 menghadirkan Kirab Ngarak Siwur, Nguras Enceh Imogiri, hingga Merti Dusun Mangir.
Jadwal SIM Keliling Sleman Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 5 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000