Target PAD Wisata Gunungkidul Naik Jadi Rp63,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Alat berat diterjunkan untuk membersihkan material longsoran di tebing yang berada di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Selasa (18/3/2025)Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY langsung bergerak cepat untuk melakukan normalisasi retakan tebing sepanjang 40 meter di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan, sudah ada penanganan terhadap retakan tebing di jalur di Tanjakan Clongop. Sesuai dengan permintaan dari Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntarningsih saat meninjau lokasi longsor, maka tim dari DPUP-ESDM DIY mulai melakukan normalisasi retakan pada Rabu (20/3/2025) sehingga sebelum Lebaran di sekitar lokasi sudah aman dilalui maupun beraktivitas.
“Hingga sekarang masih dalam proses normalisasi agar tidak membahayakan. Untuk penanganan retakan, ada dua alat berat yang diterjunkan,” kata Eko saat dihubungi, Kamis (20/3/2025).
BACA JUGA: Jalur Utama Jogja-Wonosari Rawan Tanah Longsor dan Pohon Tumbang, Warga Diminta Waspada
Sesuai dengan informasi yang diterima, ia mengakui penanganan dilakukan dengan mengeruk dan membuat terasiring di sekitar retakan. Diharapkan cara ini tidak membuat air hujan jadi tertahan sehingga potensi longsor susulan dapat dikurangi.
“Tebingnya setinggi 15 meter. Adapun retakannya sepanjang 40 meter dengan kedalaman tiga sampai empat meter,” ungkapnya.
Menurut dia, penanganan saat ini merupakan tindakan evakuasi yang kedua. Pasalnya pada Selasa (18/3/2025) dilakukan pengerukan material longsoran yang terjadi Senin (17/3/2025).
“Retakan sepajang 40 meter di atas tebing baru diketahui Selasa sehingga sesuai dengan permintaan Bupati saat meninjau lokasi agar ditangani sehingga tidak menimbulkan bahaya,” kata Eko.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, tebing di jalan baru di Tanjakan Clongop masih rawan longsor. Pasalnya, pasca-longsoran pertama pada Senin sore ditemukan retakan di atas bukit sehingga dapat memicu longsor susulan saat terjadi hujan deras.
Berdasarkan kajian yang dilakukan, material longsoran di lokasi retakan diperkirakan lebih banyak. Hal ini tidak lepas dari panjang retakan mencapai 40 meter dan kedalam empat meter sehingga material dari longsoran bisa mencapai 3.000 kubik.
“Potensinya jauh lebih besar dan bisa mencapai sepuluh kali lipat materilannya dibandingkan dengan longsoran pertama. Maka, butuh penangnaan secepatnya agar tidak membahayakan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Kylian Mbappe mencetak dua gol, termasuk melalui eksekusi penalti panenka. Dua gol lainnya dicetak Arda Guler dan Yan Diomande, sedangkan Sevilla hanya membalas
Provstgaard membuka keunggulan Lazio. Isaksen menggandakan, sebelum Dele-Bashiru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-89.
Sekjen PBB António Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian, multilateralisme, pembiayaan pembangunan, dan aksi iklim.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.
Jadwal KSPN Jogja ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, Senin 19 Oktober 2026. Cek jam keberangkatan dan tarif mulai Rp12.000.