Bambanglipuro Bentuk Posko Anti Klitih Usai Pelajar Tewas
Bambanglipuro akan membentuk posko anti klitih di tiap kalurahan usai kasus pengeroyokan pelajar hingga tewas.
Sekda Bantul, Agus Budi Raharja (lima kanan) didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bantul menyampaikan kesiapan menyambut masa mudik dan libur Lebaran, Selasa (25/3/2025) di Kompleks Parasamya (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memprediksi jumlah wisatawan ke Bantul pada saat Libur Lebaran 2025 tidak jauh berbeda dari tahun lalu, yakni sekitar 174.000 orang.
"Kami tidak menghitung prediksi jumlah wisatawan tahun ini, tetapi berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlahnya mencapai 174.000 orang. Dengan adanya beberapa kebijakan pelarangan studi tour di sejumlah daerah serta kondisi ekonomi yang masih lesu, kami memperkirakan angka tersebut tetap sama. Jika bisa mencapai jumlah itu, kami sudah bersyukur," kata Kepala Dispar Bantul, Saryadi, Selasa (25/3/2025).
Ia mengungkapkan, hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemkab Bantul telah menyiapkan berbagai layanan selama masa libur Lebaran. Infrastruktur pendukung seperti jalan, transportasi, dan manajemen lalu lintas akan dioptimalkan agar perjalanan wisatawan tetap nyaman.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Tutup Jalur Cinomati
Saryadi juga menekankan pentingnya transparansi harga oleh pelaku wisata. Dispar Bantul telah mengumpulkan pegiat wisata untuk mengimbau agar tidak menaikkan harga secara berlebihan (nuthuk) agar wisatawan mendapatkan pengalaman positif dan tertarik untuk kembali ke Bantul.
"Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada desa wisata dan para pelaku wisata agar mereka siap memberikan pelayanan terbaik selama libur Lebaran," tambahnya.
Di sisi lain, pembatalan operasional Jembatan Pandansimo selama masa mudik dan libur Lebaran serta belum siapnya Kelok 18 di Gunungkidul, dinilainya tidak akan berdampak besar pada arus wisata di Bantul. Aliran kendaraan wisatawan diperkirakan tetap akan mengalir dari arah utara Jogja, tanpa adanya perubahan signifikan dalam pola pergerakan wisatawan dari arah barat dan timur.
"Memang sebelumnya kami sudah siapkan posko dan tenda darurat di kawasan Jembatan Pandansimo sebagai kesiapsiagaan. Namun karena batal dibuka kami prediksi nanti arus wisata dari Barat dan Timur Jogja belum terjadi dan hanya ada dari arah utara Jogja saja menuju Bantul, jadi belum ada urgensi kami pindahkan TPR ke selatan JJLS," katanya.
Sementara, Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut pemudik dan wisatawan.
"Kami telah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memastikan kesiapan selama libur Lebaran. Kami juga telah menyediakan pos pengamanan yang akan melibatkan berbagai instansi terkait guna menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan serta pemudik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bambanglipuro akan membentuk posko anti klitih di tiap kalurahan usai kasus pengeroyokan pelajar hingga tewas.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.
Noel mempertanyakan tuntutan kasus korupsi K3 Kemenaker karena selisih hukuman dengan terdakwa lain dinilai terlalu tipis.
Jadwal SIM Kulonprogo 19 Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.