Bantul Integrasikan 103 Program Kemiskinan, Data Diperbarui Real Time
Pemkab Bantul mengintegrasikan 103 program penanggulangan kemiskinan dari 13 OPD dan memperbarui DTSEN secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran ser
Sekda Bantul, Agus Budi Raharja (lima kanan) didampingi sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Bantul menyampaikan kesiapan menyambut masa mudik dan libur Lebaran, Selasa (25/3/2025) di Kompleks Parasamya (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul memprediksi jumlah wisatawan ke Bantul pada saat Libur Lebaran 2025 tidak jauh berbeda dari tahun lalu, yakni sekitar 174.000 orang.
"Kami tidak menghitung prediksi jumlah wisatawan tahun ini, tetapi berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlahnya mencapai 174.000 orang. Dengan adanya beberapa kebijakan pelarangan studi tour di sejumlah daerah serta kondisi ekonomi yang masih lesu, kami memperkirakan angka tersebut tetap sama. Jika bisa mencapai jumlah itu, kami sudah bersyukur," kata Kepala Dispar Bantul, Saryadi, Selasa (25/3/2025).
Ia mengungkapkan, hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemkab Bantul telah menyiapkan berbagai layanan selama masa libur Lebaran. Infrastruktur pendukung seperti jalan, transportasi, dan manajemen lalu lintas akan dioptimalkan agar perjalanan wisatawan tetap nyaman.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Tutup Jalur Cinomati
Saryadi juga menekankan pentingnya transparansi harga oleh pelaku wisata. Dispar Bantul telah mengumpulkan pegiat wisata untuk mengimbau agar tidak menaikkan harga secara berlebihan (nuthuk) agar wisatawan mendapatkan pengalaman positif dan tertarik untuk kembali ke Bantul.
"Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada desa wisata dan para pelaku wisata agar mereka siap memberikan pelayanan terbaik selama libur Lebaran," tambahnya.
Di sisi lain, pembatalan operasional Jembatan Pandansimo selama masa mudik dan libur Lebaran serta belum siapnya Kelok 18 di Gunungkidul, dinilainya tidak akan berdampak besar pada arus wisata di Bantul. Aliran kendaraan wisatawan diperkirakan tetap akan mengalir dari arah utara Jogja, tanpa adanya perubahan signifikan dalam pola pergerakan wisatawan dari arah barat dan timur.
"Memang sebelumnya kami sudah siapkan posko dan tenda darurat di kawasan Jembatan Pandansimo sebagai kesiapsiagaan. Namun karena batal dibuka kami prediksi nanti arus wisata dari Barat dan Timur Jogja belum terjadi dan hanya ada dari arah utara Jogja saja menuju Bantul, jadi belum ada urgensi kami pindahkan TPR ke selatan JJLS," katanya.
Sementara, Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut pemudik dan wisatawan.
"Kami telah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memastikan kesiapan selama libur Lebaran. Kami juga telah menyediakan pos pengamanan yang akan melibatkan berbagai instansi terkait guna menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan serta pemudik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengintegrasikan 103 program penanggulangan kemiskinan dari 13 OPD dan memperbarui DTSEN secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran ser
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan