PDI Perjuangan DIY Peringati 30 Tahun Kudatuli Lewat Panggung Rakyat
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo (kanan) bersama Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Hermawan memberikan keterangan kepada wartawan seusai meninjau pos pengamanan Lebaran di Tugu Jogja, Jumat (28/3/2025). Harian Jogja/Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja memantau pos pengamanan Lebaran di sejumlah titik yang disiapkan pada Jumat (28/3/2025) malam. Pemantauan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo bersama Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Hermawan serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Pemantauan dimulai dari Pos Pengamanan Lebaran di kawasan Tugu Jogja. Sesampainya di lokasi, Hasto berdialog dengan personel gabungan yang bertugas guna memastikan kondisi keamanan dan kesiapan petugas dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Pos Pengamanan Teteg dan kawasan Nol Kilometer Jogja.
Hasto menyampaikan secara umum kesiapan personel dari berbagai instansi, seperti kepolisian, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga tenaga kesehatan, telah berjalan dengan baik. Ia berharap situasi di Kota Jogja tetap kondusif selama periode Lebaran, termasuk dalam beberapa hari setelahnya.
“Mudah-mudahan tidak ada situasi dan persoalan yang signifikan menjelang Lebaran dan setelahnya di Kota Jogja ” ujar Hasto.
Baca Juga: Lebaran 2025, Pemkot Jogja Jamin Layanan Kesehatan Wisatawan
Ia mengungkapkan kepadatan lalu lintas di Kota Jogja menjelang Lebaran tahun ini terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau biasanya H-3 itu sudah cukup padat, tetapi saat ini masih longgar. Parkir-parkir juga masih tersedia, kendaraan dari luar kota belum banyak yang masuk,” tambahnya.
Terkait dengan titik-titik pengamanan yang menjadi perhatian khusus, Hasto menyebutkan bahwa pos pengamanan telah disiapkan di beberapa lokasi strategis, seperti Tugu Jogja, Teteg, Nol Kilometer, dan Kebun Binatang Gembira Loka. Selain itu, Pemkot Jogja juga bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, dan Satpol PP untuk menjaga kelancaran arus mudik dan mobilitas wisatawan.
Baca Juga: Jamin Transparansi, Pemkot Jogja Seragamkan Daftar Harga PKL di Kawasan Malioboro
Sebagai kota tujuan wisata, Jogja juga diprediksi akan mengalami peningkatan jumlah wisatawan selama libur Lebaran. Oleh karena itu, Pemkot Jogja telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengurangi kemacetan, terutama di kawasan Malioboro yang menjadi destinasi favorit para pemudik dan pelancong.
“Biasanya pemudik yang datang ke Jogja ingin menyempatkan diri ke Malioboro. Oleh karena itu, kami menyiapkan kantong-kantong parkir di beberapa titik, seperti di Amongrogo. Dari sana, wisatawan bisa menggunakan shuttle bus menuju Taman Pintar, lalu berjalan kaki ke Malioboro. Ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan, terutama di sekitar Stasiun Tugu,” jelas Hasto.
Selain itu, posko kesehatan juga disiagakan di beberapa lokasi untuk mengantisipasi kondisi darurat. “Kami siapkan ambulans dengan alat pacu jantung untuk menangani kondisi darurat, seperti serangan jantung yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.