Pemkot Jogja Dorong Gemati Hidupkan Kembali Pasar Rakyat
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memasang papan daftar harga bagi PKL kuliner di Jalan Perwakilan dan Jalan Dagen untuk mewujudkan transparansi harga, Selasa (25/3/2025) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo melakukan pemasangan papan daftar harga pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Perwakilan dan Jalan Dagen kawasan Malioboro, Selasa (25/3/2025). Total ada 80 PKL pada 15 sirip jalan di kawasan Malioboro yang diseragamkan papan daftar harganya.
Hasto menjelaskan langkah itu menjadi upaya untuk menjamin transparansi harga. Jangan sampai pedagang menaikkan harga dengan tidak bijak selama momentum liburan atau dalam hal ini kerap disebut nuthuk. Ini akan menjadikan citra buruk Kota Jogja sebagai Kota Wisata.
"Potensi untuk orang berkunjung ke Jogja saat lebaran itu besar sekali, hampir 10 juta orang. Biasanya kalau mudik ke Jogja itu hampir mereka itu pengin ke Malioboro, ke sirip-siripnya Malioboro. Makana untuk mengantisipasi itu kami menyiapkan transparansi harga seperti hari ini," katanya saat ditemui di Jalan Perwakilan, Selasa (25/3/2025).
Hasto mengatakan pada papan daftar harga itu sudah tercantum harga yang sebelumnya sudah dikomunikasikan bersama Dinas Pariwista (Dispar) Kota Jogja. Di dalamnya sudah ada nomor PKL dan nomor telepon aduan jika pedagang terbukti melakukan aksi nuthuk kepada konsumen. Hasto memastikan aduan itu akan langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi pedagang sesuai dengan nomornya. Meski demikian, mantan Kepala BKKBN ini akan lebih mengedepankan pembinaan.
"Kami pembinaan dulu, belum memberikan sanksi. Kita bina bahwa pemerintah memberikan perhatian dan pemerintah hadir. Kalau warga ada yang berbuat tidak baik terhadap pendatang tamu yang ada di Kota Jogja, maka tidak kita biarkan, pasti kita tegur. Kalau berkali-kali ditegur masih tetap saja, tentu kita akan berpikir tentang sanksi," ungkapnya.
Hasto mengatakan penyeragaman papan daftar harga PKL ini nantinya tak berhenti pada 80 lapak. Namun targetnya akan dibagikan secara merata kepada seluruh pedagang di Kota Jogja. Dia mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan momentum liburan ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya. Perilaku ini justru akan menjadikan wisatawan kapok datang ke Kota Jogja.
BACA JUGA: Cegah Menjamurnya Pengamen Liar di Malioboro, Disbud Siagakan 190 Personel Jogomaton
"Kalau kita layani dengan baik, maka insya Allah rezeki kita makin bertambah. Para pedagang kuliner tidak usah ngoyo ngejar untung setinggi-tingginya sampai melebih-lebihkan harga, kemudian akhirnya orang yang datang ke Jogja itu kapok," tuturnya.
Salah satu pedagang kuliner di Jalan Perwakilan, Anto mengaku sudah sejak 2008 berjualan di Jalan Perwakilan. Selama ini pula dia menyebut tak pernah menaikkan harga secara berlebihan. Bahkan sesekali dia turut memberikan diskon pada pembeli yang tengah berulang tahun. "Saya tidak pernah seperti itu [nuthuk] karena takut pembeli akan kecewa," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mendorong Gerakan Masyarakat Mencintai Pasar (Gemati) untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar rakyat sekaligus memperluas transaksi digital
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Bintang/Sofyan menghadapi Qatar di final voli pantai Asian Games 2026, Sabtu (3/10). Laga berlangsung pukul 11.00 WIB.
anda HP terkena spyware bisa terlihat dari perubahan perilaku perangkat. Kenali gejala dan cara mengamankan data pribadi.
Veda Ega P14 di FP2 Moto3 Jepang 2026, sementara Hakim Danish P11. Simak hasil latihan dan posisi klasemen keduanya.
Bedah buku Etika Kepariwisataan di Jogja membahas pentingnya etika warga, wisatawan, budaya, dan lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.