Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga sekitar Sungai Progo, tepatnya di Padukuhan Ngemplak, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang mengapung di bawah bendungan sungai pada Rabu (2/4/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian. Kepala Seksi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko mengatakan, petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Petugas menuju TKP untuk melakukan evakuasi dan identifikasi awal," ujar Iptu Sarjoko.
Baca Juga: Polisi Ungkap Jenazah yang Ditemukan di Kali Code Pleret Merupakan Warga Wonogiri
Berdasarkan keterangan saksi yang sedang memancing, ia melihat sesosok mayat muncul di permukaan air sekitar tujuh meter dari posisinya. Saksi kemudian memanggil rekannya yang juga sedang memancing di sekitar lokasi. Keduanya memastikan bahwa objek yang mengapung tersebut memang merupakan mayat manusia. Setelah itu, keduanya kemudian meneruskan laporan ke pihak PMI Kulonprogo dan Polsek Nanggulan.
Baca Juga: Mayat Warga Sleman Ditemukan di Kali Code, Awalnya Dikira Boneka
Tim PMI Kulonprogo bersama tujuh orang relawan tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Mayat tersebut kemudian dibawa ke RSUD Wates guna pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan Inafis Polres setempat.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Puskesmas Nanggulan di lokasi kejadian, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan tanpa busana dan tanpa identitas. Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. Tubuh korban mengalami pembengkakan dan kondisi wajah rusak sehingga sulit untuk diidentifikasi.
"Korban diperkirakan memiliki tinggi sekitar 160 sentimeter dan berat sekitar 65 kilogram. Ditemukan robekan pada area ketiak dan kedua selangkangan. Namun, kami juga menemukan barang berharga berupa cincin emas di jari keempat tangan kiri dan empat gelang emas di pergelangan tangan kanan," jelas Sarjoko.
Baca Juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Tebu Milik Pabrik Gula Madukismo Bantul
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau untuk segera melapor ke pihak berwenang.
"Kami mengimbau kepada warga yang memiliki informasi terkait identitas korban untuk segera menghubungi Polsek Nanggulan atau Polres Kulonprogo," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang
MR alias Bos Gendut, buronan kasus 98 kg sabu, ditangkap BNN di salon kecantikan Mangga Besar. Aset Rp39,5 miliar turut disita.
UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center merupakan pusat inovasi AI yang dibangun oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dengan UGM sebagai mitra akademik
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.