Krisis Air di Rongkop, Warga Kemesu Beli Air Rp120.000 per Tangki
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tempat hiburan berupa gedung bioskop rencananya dibangun di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Sejumlah izin telah dilengkapi oleh investor untuk bisa mewujudkan tempat nonton film tersebut.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang atau Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana Gunungkidul, Fajar Ridwan mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan izin lokasi untuk pembangunan gedung bioskop. Ia juga mengakui telah melihat secara langsung lokasi untuk pembangunan.
“Lokasinya sebelah kantor Badan Pusat Statistik [BPS] di Kalurahan Baleharjo,” kata Fajar, Senin (7/4/2025).
BACA JUGA: Begini Rasanya Nonton Bioskop saat Pandemi
Dia menjelaskan, untuk lokasi calon gedung bioskop di Wonosari tidak ada masalah. Pasalnya, dari sisi tata ruang tidak menyalahi aturan sehingga izin lokasi dapat diterbitkan guna mewujudkan pembangunan tersebut.
“Untuk nama bioskopnya belum tahu. Yang jelas sudah berproses perizinan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu [DPMPTSP], karena proses di kami sudah mengeluarkan izin lokasi tempat calon investasi dari pemilik modal,” kata Fajar.
Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Agung Danarto saat dikonfirmasi tidak menampik ada yang berminat membangun gedung bioskop di Kalurahan Baleharjo, Wonosari.
Menurut dia, proses pengurusan izin langsung melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) di Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.
“Perizinan langsung lewat aplikasi dan Nomor Induk Usaha untuk pembangunan bioskop sudah terbit sejak 15 Maret lalu,” kata Agung.
Dia menjelaskan, berdasarkan kategori investasi, pembangunan gedung bioskop ini masuk skala UMK. Hal itu dikarenakan nilai modal yang berada di bawah Rp5 miliar.
“Untuk nilai investasi pastinya, kami belum tahu. Tapi, nanti saat sudah beroperasi ada kewajiban melaporkan secara berkala tiap enam bulan sekali,” katanya.
Disinggung mengenai pembangunan, ia melihat calon gedung bioskop ini menyewa di salah satu bangunan yang sudah ada. Untuk perkembangannya, investor juga wajib melakukan pengecekan terhadap masalah izin dalam rangka merealisasikan pembangunan tempat nonton film ini.
“Kalau gedungnya sudah ada, tapi harus dicek tentang izin lainnya. Ini dikarenakan antara saat pembangunan dengan sekarang beda peruntukan. Jadi, kalau nanti ada yang kurang bisa segera dilengkapi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.