Sleman Gandeng 34 Kampus untuk Perluas Beasiswa Sleman Pintar
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah petani di Kapanewon Seyegan masih mengandalkan tengkulak untuk menyerap hasil pertanian padi. Hal ini disebabkan oleh minimnya produksi padi. Sedangkan, penyerapan gabah kering panen (GKP) oleh Bulog dapat dilakukan dengan minimal berat 1 - 2 ton per karung.
Anggota Kelompok Tani (Poktan) Sarana Makmur Barak Margoluwih Seyegan, Hadi Wiyanto, mengaku kebijakan penyerapan oleh Bulog sangat menguntungkan petani. Dia mengaku puas dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram (kg) GKP.
BACA JUGA: Produktivitas Padi di Bantul Capai 8 Ton Per Hektare, Melebihi Rata-rata Nasional
Hanya, dia tidak menampik masih ada sejumlah petani yang menjual GKP ke tengkulak. Pasalnya, hasil produksi pertanian hanya sedikit.
“Kalau hanya ada lahan 1.000 meter persegi begitu, produksi pertanian juga sedikit dan biasanya untuk konsumsi. Sisanya baru dijual. Kalau mau jual empat kuintal saja kan Bulog tidak mau. Ada batas minimal soalnya,” kata Wiyanto dihubungi, Senin (7/4/2025).
Apalagi ketika petani membutuhkan uang, maka petani tidak punya pilihan selain menjual ke tengkulak. Adapun tengkulak menetapkan harga per kg mulai dari Rp5.300 - Rp5.500.
Disinggung ihwal luas lahan panen padi di Poktan Sarana Makmur Barak, Wiyanto mengaku panen raya baru dimulai pertengahan bulan puasa. Dari total 36 ha lahan pertanian yang ada, baru 20% yang telah dipanen. Per ha, petani dapat memanen 8 ton GKP.
BACA JUGA: Akhir Maret, Penyerapan Hasil Panen di Gunungkidul Diharapkan Bisa Tembus 6.762 Ton
Meski belum semua dipanen, dia mengaku hasil pertanian sementara ini lebih banyak daripada tahun lalu. “Kemungkinan ada jeda tidak hujan, dampaknya pembuahan bunga secara bagus. Padi menjadi lebih berisi semua. Tahun kemarin malah kurang hujan dan kurang pengairan. Berat butiran padi juga kurang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun dengan tarif Rp8.000 dan keberangkatan pagi hingga malam.
Tips sehat konsumsi daging kurban saat Iduladha agar kolesterol tetap aman, mulai dari cara memasak hingga mengatur porsi makan.