Kasus Daycare Jogja, Orang Tua Siap Ajukan Petisi ke UGM
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melakukan panen padi di Sidomulyo, Bambanglipuro, pada Senin (7/4/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani Ria.
Harianjogja.com, BANTUL—Bantul memulai panen raya pada awal April 2025. Pemkab mengklaim produktivitas padi di melebihi rata-rata nasional.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menuturkan produktivitas padi mencapai 8,05 ton per hektar. Jumlah tersebut melebihi rata-rata produktivitas padi nasional yang mencapai 6 ton per hektar.
"Pertanian di Bantul punya keunggulan, punya daya saing, sehingga produktivitas kita dalam luas yang sama dibanding daerah lain lebih tinggi kita," katanya dalam panen raya di Sidomulyo, Bambanglipuro, pada Senin (7/4/2025).
BACA JUGA: Ada Pergeseran Masa Tanam, DPKP DIY Perkirakan Luas Panen di Awal Tahun Meningkat
Pemkab Bantul menargetkan luas tanam mencapai sekitar 34.000 hektar di 2025. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan luas lahan di Bantul yang mencapai 14.000 hektar. Hal itu wajar, mengingat beberapa lahan pertanian di Bantul mampu panen dua hingga empat kali dalam setahun.
“Di Bantul setiap bulan ada aktivitas tanam dan panen padi, dengan demikian produktivitas padi di Bantul tinggi,” katanya.
Halim menyebut Bantul sempat mengalami surplus hingga 55.000 ton padi tahun 2024 karena dukungan berbagai faktor produksi yang ada di sektor pertanian.
Ia menambahkan produktivitas padi yang tinggi tercapai dengan dukungan berbagai faktor produksi. Kemudahan petani dalam menjangkau pupuk subsidi, mendapatkan suplai air dengan jaringan irigasi yang telah dibangun dan alat serta mesin pertanian yang modern mendukung produktivitas tersebut. Selain itu, Bantul memiliki beberapa inovasi dalam sektor pertanian juga mendukung produktivitas tersebut.
Koordinator Serapan Gabah Bantul, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Wahyu Widi menuturkan serapan gabah kering panen (GKP) di Bantul selama Januari-Maret 2025 mencapai sekitar 4.500 ton. Perum Bulog Kanwil Yogyakarta pun telah menyerap gabah sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) GKP dengan harga Rp6.500 per kilogram.
“Dengan harga ini Rp6.500, petani bersemangat untuk melakukan usaha tani berikutnya karena harganya sangat baik. Dengan begitu ketahanan pangan di negeri ini akan baik,” katanya.
Pada Januari-Maret 2025, panen padi di Bantul dilakukan secara beriringan di beberapa wilayah. Petani tidak menjual seluruh GKP yang diproduksi, melainkan masih menyimpan sebagian untuk konsumsi pribadi.
BACA JUGA: Akhir Maret, Penyerapan Hasil Panen di Gunungkidul Diharapkan Bisa Tembus 6.762 Ton
“Memang petani dengan harga Rp6.500 mereka semangat untuk menjual, tetapi dalam panen raya biasanya tidak semua dijual, karena mereka juga membutuhkan [padi] untuk kebutuhan rumah tangganya sendiri sampai panen raya,” katanya.
Caption: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melakukan panen padi di Sidomulyo, Bambanglipuro, pada Senin (7/4/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani Ria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Orang tua korban daycare Jogja ajukan petisi ke UGM, dorong sanksi tegas, pasal berlapis, dan restitusi.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.