Ribuan Siswa di Bantul Jalani MPLS Ramah Tanpa Perundungan
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Bahan pangan - ilustrasi Freepik
Harianjoga.com, BANTUL —Desa sebagai ujung tombak aktivitas warga terutama pertanian didorong untuk menjadi pilar utama ketahanan pangan. Hal ini dimulai dengan aksi penanaman padi di Bulak Kweden, Trirenggo, Kabupaten Bantul, Kamis (10/4/2025).
Aksi kolaborasi antara berbagai sektor berupa organisasi tani dan pemerintah setempat ini diharapkan bisa memacu semangat desa lain di Bantul untuk menggenjot produksi pertanian terutama komoditas padi.
"Aksi penanaman padi ini merupakan salah satu ikhtiar membumikan ketahanan pangan sebagai pilar utama kesejahteraan nasional," kata Ketua DPD Perempuan Tani HKTI DIY, Dwi Susilawati.
BACA JUGA: Dukung Ketahanan Pangan, Polri Tanam Jagung di Bantul
Menurutnya, perlu sebuah gerakan sosial mandiri yang berdiri di atas fondasi profesi agrikultur dan semangat pemberdayaan pedesaan untuk mencapai ketahanan pangan. “Kami mengajak insan tani untuk mendongkrak kesejahteraan mereka melalui percepatan pembangunan sektor pertanian,” kata Dwi.
Dwi menjelaskan, aksi penanaman padi itu juga menjadi refleksi kolektif atas urgensi kolaborasi antara pemerintah, petani, dan komunitas tani dalam menjawab tantangan agrikultur ke depan, terutama soal bahan pangan pokok masyarakat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sebelumnya menyampaikan, alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah setempat jadi tantangan sektor pertanian untuk mencapai ketahanan pangan. Namun, ia menegaskan bahwa produktivitas pertanian tetap menjadi prioritas.
“Meski lahan menyempit, produktivitas meningkat. Target tanam tahun ini sebesar 34.546 hektare, padahal lahan yang tersedia hanya sekitar 14.000 hektare. Kuncinya adalah teknologi. Dengan inovasi, bahkan ada lahan yang bisa panen empat kali dalam setahun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Dosen UMY Aly Aulia menilai kasus dugaan pembakaran santri di Lombok menjadi momentum memperkuat sistem perlindungan anak di pesantren.
KPK menyebut tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor risiko korupsi kepala daerah. Sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah menjadi tersangk
Cak Imin meresmikan Sigap Bangsa, organisasi penanggulangan bencana bentukan PKB yang telah melatih 250 relawan tanggap bencana.
Dishub DIY kembali menggelar program becak listrik gratis keliling Malioboro pada 21 Juli 2026. Berikut jadwal, lokasi, dan cara mengikutinya.
IRGC mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Yordania dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS.