Gunung Ibu Erupsi Lagi, Radius Aman Diperluas 3,5 Km
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul Jati Bayubroto. ANTARA/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul menyebut melakukan tindakan tegas atas nama Pemkab Bantul dan meminta agar peternak babi di Pedukuhan Plumutan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro untuk menghentikan aktivitas. Hal ini agar tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayubroto di Bantul, Selasa, mengatakan, Satpol PP atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sudah bersikap tegas berkaitan dengan keberadaan peternakan babi di wilayah Pedukuhan Plumutan.
"Bahwa kami pemerintah tidak tinggal diam, Pemerintah Kabupaten Bantul sudah bersikap tegas untuk meminta kepada peternak babi Pak Nindarto untuk menghentikan kegiatan peternakan babi di wilayah Plumutan," katanya, Selasa (22/4/2025).
Menurut dia, instansi pemerintah ini sudah menerbitkan dan melayangkan surat perintah penghentian peternakan babi di wilayah Plumutan, kemudian pihak peternak sudah merespons dan beritikad baik untuk melakukan pengurangan jumlah babi.
"Kami juga menyampaikan terima kasih Pak Nindarto yang sudah bersikap kooperatif, sudah melaksanakan perintah dari kami untuk berupaya melakukan pengurangan babinya, yang sekarang ini tinggal tujuh ekor," katanya.
BACA JUGA: Produsen Setop Produksi Minuman Beralkohol Kaliurang dan Tarik Semua Produk dari Pasaran
Sebelumnya, jumlah ternak nabi di peternakan tersebut kurang lebih 150 ekor, yang kemudian didemo warga yang mengeluhkan keberadaan limbah maupun bau yang muncul dari kegiatan peternakan tersebut.
"Artinya Pak Nindarto sudah melaksanakan perintah dari Pemerintah Kabupaten Bantul, oleh karena itu kepada warga masyarakat kami mohon semuanya untuk bisa 'colling down'," katanya.
Satpol PP Bantul juga mengimbau warga Plumutan Mulyodadi yang selama ini mengeluhkan keberadaan peternakan babi agar bersikap tenang, karena pemerintah sudah mengambil sikap agar persoalan tidak semakin berkepanjangan.
"Masyarakat semuanya untuk bisa memahami, untuk bisa bersikap yang tidak provokatif, yang justru nanti akan membuat permasalahan ini menjadi rumit," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina