Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
foto ada diemail
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul terus berupaya menjaga kelestarian endemik ikan lokal. Hingga sekarang sudah lebih dari 68.000 benih ikan nilem dan tawes yang dilepasliarkan di telaga maupun sungai di Bumi Handayani.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga ikan endemic lokal. Upaya penaburan benih-benih ikan nilem dan tawes terus dilakukan hingga akhir tahun nanti.
Secara total di 2025 ada target penaburan benih sebanyak 138.000 ekor ikan. Periode Maret-April ditargetkan bisa menabur sebanyak 98.000 ekor, tapi hingga pertengahan April baru terealisasi sebanyak 60.000 benih ikan nilem dan tawes.
BACA JUGA: Produksi Ikan Tangkap di DIY Mulai Meningkat di April 2025
Adapun lokasi penaburan yang sudah tersasar di antaranya di Kali Oya di Kalurahan Gari dan Sungai Siraman di Kapanewon Wonosari. Selanjutnya ada di Telaga Domplang dan Jurug di Kalurahan Giriwungu; Telaga Girisuko di Kapanewon Panggang serta Telaga Sumber Temon di Kalurahan Sidorejo, Ponjong.
“Rencananya minggu depan kami akan lakukan tebar benih lagi sebanyak 30.000 ekor di Kali Pulutan, Wonosari; Bendowo, Pampang dan Girisuko di Kapanewon Panggang. Jadi, totalnya mencapai 98.000 ekor [periode penebaran Maret-April] terdiri dari Nilem 48.000 ekor dan Tawes 50.000 ekor,” ungkapn Wahid.
Dia menambahkan, untuk kekurangan 40.000 ekor benih dari target penebaran di 2025 sebanyak 138.000 benih ikan direncanakan ditabur pada rentang waktu Oktober-November. “Tujuan dari penaburan untuk menjaga kelestarian ikan lokal agar tidak punah,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Wijayanto menambahkan, program tebar benih ikan ini juga sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan di Masyarakat. Pasalnya, tingkat kegemaran makan ikan di Gunungkidul masih rendah.
Berdasarkan data yang ada, dalam setahun warga Gunungkidul mengkonsumsi 33,4 kilogram per kapita. Jumlah ini masih kalah dengan rerata DIY, yang angkanya mencapai 36,4 kilogram per kapita. “Konsumsi ikan kita masih rendah dan butuh ditingkatkan,” kata Johan.
BACA JUGA: Sepanjang 2024, Ada Puluhan Ikan Invasif yang Masih Diperjualbelikan di Bantul
Menurut dia, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Gunungkidul. Selain terus melakukan sosialisasi ke Masyarakat, juga dilaksanakan program pelepasliaran benih ikan ke sejumlah telaga dan sungai. “Nanti ikan-ikan yang dilepas setelah besar bisa dipanen warga untuk dikonsumsi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final ganda campuran Asian Games 2026 usai mengalahkan Feng Yanzhe/Huang Dongping 21-12, 21-14.
Jadwal UEFA Nations League 2026/27 Matchday 2 pada 28-29 September 2026. Belgia vs Prancis hingga Spanyol vs Kroasia tayang dini hari WIB.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026