Ini Penyebab Lurah Condongcatur Sleman Jadi Tersangka, Kasus Sewa TKD
Lurah Condongcatur jadi tersangka kasus dugaan korupsi sewa Tanah Kas Desa tanpa izin, kerugian negara capai Rp1 miliar.
Suasana seminar internasional "Night of Ideas 2025 workshop theme: Enhancing AI Society through Humanities Sciences: Freedom to Act, Ability to Do" yang digelar secara hybrid pada Selasa (22/4/2025) di Ruang Multimedia Gedung Pusat UGM./Istimewa -- UGM
Harianjogja.com, SLEMAN -- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengharapkan perguruan tinggi agar menyiapkan lulusan yang siap memimpin revolusi teknologi kecerdasan artifisial atau AI.
Dikatakan Nezar, AI bukan hanya sebuah tren akan tetapi revolusi teknologi dalam kehidupan manusia. Karenanya para peneliti di universitas dinilai perlu untuk meningkatkan riset di sektor penggunaan AI di industri dan bagi kemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari.
"Saya kira, ada ruang untuk berkembang dari sisi kualitas penelitian, tetapi AI ini bukanlah limitasi," kata Nezar dalam seminar internasional “Night of Ideas 2025 workshop theme: Enhancing AI Society through Humanities Sciences: Freedom to Act, Ability to Do" yang digelar secara hybrid pada Selasa (22/4/2025) di Ruang Multimedia Gedung Pusat UGM.
Nezar berpendapat universitas merupakan mesin inovasi penelitian, bahkan ikut melakukan pengembangan etis dalam penggunaan AI. Dia mengharapkan optimisme dan dukungan semua pihak dalam memanfaatkan AI untuk tujuan yang lebih baik.
"Mari kita mempergunakan AI dengan optimisme, keberanian, dan komitmen untuk berjalan bersama," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro mengatakan UGM berkomitmen dalam mendorong pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI dalam meningkatkan kualitas inovasi kualitas penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Bahkan UGM lanjut Wening juga mendorong upaya pengembangan AI dari sudut pandang ilmu sosial dan humaniora.
Di sisi lain Wening juga mengatakan diskusi mengenai isu-isu berkaitan dengan AI bidang sosial dan humaniora masih sangat jarang dilakukan. Apalagi saat ini kata Wening merupakan era di mana media tidak lagi berada di bawah naungan lembaga negara dengan kata lain media telah menjadi domain yang sangat pribadi.
BACA JUGA: Praktik Curang Gas LPG Bersubsidi di DIY Terbongkar, Pertamina Tutup 5 Pangkalan
Akan tetapi Wening menambahkan kebebasan dalam memproduksi, menyunting dan menyiarkan informasi seringkali kurang memperhatikan pertimbangan kemanusiaan. "AI merupakan salah satu produk kecerdasan manusia paling maju. Namun, jika kita gagal menumbuhkan kesadaran kritis dan kapasitas ketajaman internal, AI dapat bertentangan dengan nilai-nilai bersama," tegasnya.
Direktur Institut Francais Indonesia (IFI) Jogjakarta, Francois Dabin menilai terdapat tantangan besar dalam pemanfaatan AI seperti ketergantungan informasi, perlindungan hak dasar, hingga penggantian pekerjaan manusia oleh AI. Kolaborasi bersama dalam memanfaatkan AI untuk kepentingan masyarakat luas sangat diperlukan.
"Bersama dengan UGM, kami memilih untuk bertindak lebih spesifik dengan kecerdasan artifisial sebagai alat untuk meningkatkan kecerdasan kolektif dan meningkatkan kapasitas SDM," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lurah Condongcatur jadi tersangka kasus dugaan korupsi sewa Tanah Kas Desa tanpa izin, kerugian negara capai Rp1 miliar.
Kirab Budaya Tresna Pancasila di Malioboro Jogja padat pengunjung, gaungkan nilai Pancasila dan dorong pariwisata.
Haier luncurkan Horizon Collection di Jakarta, hadirkan kulkas premium dengan teknologi pendingin mutakhir dan hemat energi.
BNN ungkap penyelundupan 7,8 kg hasis oleh WNA Rusia di Bali. Penangkapan berlangsung dramatis setelah aksi kejar-kejaran.
Retro Groove 2026 di Sleman hadirkan lagu 80-an dan aksi sosial. Kaset 80an jadi jembatan nostalgia lintas generasi.
Operasi Patuh Progo 2026 digelar di Bantul 8–21 Juni, fokus disiplin lalu lintas dan penindakan pelanggaran berbahaya.