Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kepala BPKP DIY, Setya Nugraha (kiri) saat ditemui wartawan di Kepatihan, Senin (28/04/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY menyampaikan laporan eksekutif Pemda DIY semester kedua tahun 2024 berjudul Memayu Hayuning Jogja di Kepatihan Senin (28/04/2025). Laporan ini menekankan pentingnya beberapa segmen vital dalam kebutuhan pembangunan daerah.
Kepala BPKP DIY, Setya Nugraha, menjelaskan laporan tersebut menekankan pentingnya peningkatan dalam segmen-segmen pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan perekonomian di DIY.
“Rekomendasi kami adalah agar indikator-indikator dalam APBD [Anggaran Pendapatan Belanja Daerah] ditata kembali untuk menyasar peningkatan ultimate outcome, sehingga tidak ada kegiatan yang tidak menyasar pada tujuan akhir,” ujarnya.
BACA JUGA: Kabar Gembira, Meski Pengetatan Anggaran Free Ongkir SiBakul Tetap Ada
Terkait pemberdayaan UMKM, ia menyoroti data yang bisa lebih dioptimalkan. Di DIY ada data UMKM di Sibakul “Itu aplikasi yang bagus tapi untuk optimalisasi dari aplikasi tersebut, Sibakul bisa diberdayakan lagi terkait data omzet penjualan,” katanya.
Data omzet ini menurutnya penting untuk pemantauan perkembangan UMKM yang terdaftar dalam aplikasi tersebut. “Kalau UMKM tidak memberikan data terkait omzet, kita tidak bisa mengharapkan naik atau tidak,” paparnya.
Optimalisasi pemberdayaan UMKM dan Sibakul ini menurutnya merupakan kerja kolektif dantara Pemda DIY bersama bupati dan walikota. “Rekomendasi kami itu juga akan di-share kepada bupati/walikota di DIY,” kata dia.
Ia juga berharap agar evaluasi perencanaan dan penganggaran dapat dimajukan di awal, sehingga penyusunan APBD dapat menerima sentuhan BPKP sejak awal. “Ini tentunya memerlukan keputusan nasional, BPKP siap untuk memberikan nilai positif,” imbuhnya.
BACA JUGA: SiBakul Sport Fest 2024, Menaikkelaskan UMKM di DIY lewat Lomba Lari
Setya berharap, kunjungan ini dapat memperkuat sinergi antara BPKP dan Pemda DIY dalam mewujudkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.