PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Logo Koperasi Indonesia. - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar rapat koordinasi percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih (KDMP) di Aula Bappeda Sleman, Senin (5/5/2025).
Rakor tersebut akan ditindaklanjuti dengan penerbitan surat edaran (SE) Bupati Sleman guna mempercepat pembentukan KDMP.
KDMP merupakan lembaga ekonomi beranggotakan masyarakat desa/ kalurahan yang dibentuk untuk meningkatkan kesejahteraan melalui prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi bersama.
BACA JUGA: Dana Desa Tahap 1 di Sleman Cair, BLT-DD Mulai Disalurkan
Tujuan program ini adalah memperkuat perekonomian desa, menekan inflasi, meningkatkan inklusi keuangan, dan menciptakan lapangan kerja.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan rakor tersebut merupakan wujud dukungan Pemkab Sleman terhadap arahan Presiden Prabowo mengenai koperasi.
Dia menceritakan bahwa dirinya bersama kepala daerah lain mendapat arahan dari Presiden Prabowo untuk meningkatkan ketahanan pangan ketika mengikuti retreat kepala daerah di Akademi Militer Magelang, 21 - 28 Februari 2025. KDMP menjadi salah satu cara untuk mencapai ketahanan pangan.
Dia memiliki harapan apabila program KDMP berjalan lancar, masyarakat akan mendapat manfat, menjadi semakin produtif, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan. Pasalnya, Kabupaten Sleman juga masih berkutat dengan kemiskinan.
Tingkat kemiskinan di Bumi Sembada berada di angka 7,46% pada 2024. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Ada penurunan 0,06%. Jika melihat dari jumlah penduduk miskin, BPS mencatat ada 97.940 penduduk miskin di Sleman.
Harda meminta panewu dan lurah dapat memastikan sosialisasi KDMP di wilayah masing-masing berjalan efektif dan tepat sasaran. Dukungan masyarakat akan sangat ditentukan oleh pemahaman yang mereka miliki.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Tina Hastani, mengatakan rakor yang baru saja digelar merupakan wujud keseriusan Pemkab Sleman. Rakor tersebut dihadiri 86 lurah, 17 panewu, dan perwakilan instansi terkait.
Setelah rakor tersebut, Bupati Sleman akan menerbitkan SE Bupati untuk mempercepat pembentukan KDMP.
“Ada tiga cara pembentukan KDMP, seperti mendirikan koperasi baru, merevitalisasi koperasi yang sudah ada, dan mengembangkan koperasi yang telah eksis. Anggota KDMP itu hanya di satu desa tersebut saja. Kalau sekarang kan anggota koperasi bisa lintas desa,” kata Tina dihubungi, Senin (5/5).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.