Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan hanyut terseret arus selokan di Padukuhan Singosaren, Banguntapan, Bantul, Senin (5/5/2025) sore. Korban berinisial ADS, tercebur saat bermain hujan-hujanan bersama dua temannya di area belakang pabrik bra Giwangan, tepatnya di sebelah timur Terminal Giwangan.
Menurut Kepala Seksi Operasi SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto, kejadian bermula saat ketiga anak bermain di sekitar selokan. “Sandal korban jatuh ke dalam selokan. Saat mencoba mengambilnya, korban ikut terseret arus deras dan hilang,” ujarnya, Senin petang.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, relawan, dan aparat kepolisian masih melakukan pencarian di lokasi kejadian.
Humas Basarnas Jogja, Pipit Eriyanto, mengatakan proses pencarian difokuskan menyisir sepanjang aliran selokan hingga sungai di sekitar kawasan tersebut.
“Tim terus berupaya semaksimal mungkin menemukan korban,” kata Pipit.
BACA JUGA: Masuk Hari Ketujuh, Balita Tenggelam di Sungai Belik Bantul Masih Belum Ditemukan
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, terutama orang tua, agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak saat musim hujan, terutama di dekat saluran air dan sungai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.