DPRD DIY Usul Balai Kampung Jadi Laboratorium Pendidikan Khas Jogja
DPRD DIY mengusulkan balai RW menjadi laboratorium Pendidikan Khas Kejogjaan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya Jogja.
Foto ilustrasi anak-anak - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL-- Kabupaten Bantul mengincar predikat sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Paripurna pada tahun 2025. Ini merupakan kategori tertinggi di atas Utama, Nindya, Madya, dan Pratama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul, Ninik Istitarini mengatakan, saat ini Bantul telah meraih kategori Utama sebagai Kabupaten Layak Anak.
“Harapan kita bisa Paripurna. Kalaupun tidak Paripurna, kita bisa mempertahankan pada posisi Utama, karena sampai sekarang nasional belum ada yang mencapai KLA Paripurna,” ujar Ninik Istitarini, Selasa (6/5/2024).
Saat ini, baru ada 19 kabupaten/kota yang meraih kategori Utama. Dari 19 wilayah tersebut, Kabupaten Bantul menduduki peringkat ke-2 se-Indonesia.
“Nanti tanggal 20 Mei akan dilakukan penilaian tapi tidak secara fisik, tapi melalui hybrid dari Kementerian PPPA. Akan dilakukan wawancara hybrid, tapi data-data sudah kita upload awal tahun ini tentang indikator-indikator yang telah kita capai,” papar Ninik.
Untuk meraih predikat utama, Kabupaten Bantul harus memenuhi beberapa indikator yang belum dicapai. Indikator tersebut meliputi kewajiban pemerintah terhadap anak, seperti memberikan hak anak dan perlindungan terhadap anak.
Ninik mengungkapkan, hampir semua item indikator terpenuhi. Sehingga, Kabupaten Bantul tinggal meningkatkan kualitas termasuk memiliki Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang distandarisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Saat ini, di Bantul telah memiliki minimal satu RBRA di setiap kalurahan. Selain itu juga memiliki Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), layanan yang memiliki fokus meningkatkan kualitas keluarga dan pemenuhan hak anak.
“Supaya kategori kita naik dan pelayanan kita bertambah, Puspaga itu juga kita minta distandarisasi dari Kementerian PPA apakah pelayanan kita sudah berkualitas atau belum. Jadi kita lebih pada peningkatan kualitas,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mengusulkan balai RW menjadi laboratorium Pendidikan Khas Kejogjaan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya Jogja.
Simak jadwal perpanjangan SIM Sleman November 2026 di MPP, SIM Keliling SCH, dan SIMMADE beserta jam layanan serta persyaratannya.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.