WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pelaksanaan ASPD di Kota Jogja, beberapa waktu lalu - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY membeberkan sejumlah fakta baru terkait kasus kebocoran soal Assassment Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Selain tidak ada keterlibatan penyusun soal ASPD, Disdikpora menilai kasus tersebut bukan kebocoran melainkan kemiripan pada dua soal saja.
Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menjelaskan pihaknya telah melakukan penelusuran atas dugaan kebocoran soal ASPD di SMPN 10 Jogja. Dari hasil penelusuran sementara, penyusun soal yang salah satunya dari SMPN 10 Jogja tidak terlibat. “Ini bukan dari penyusun soal,” katanya saat dihubungi, Kamis (8/5/2025).
Namun hal ini menurutnya masih bersifat sementara. Jika nantinya ditemukan adanya unsur kesengajaan dari penyusun soal, ada kemungkinan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan. “Kalau misalnya ada kesengajaan, kita harus bertindak tegas,” ujarnya.
Ia juga tidak menganggap kasus ini sebagai kebocoran soal, melainkan hanya kemiripan pada dua soal saja. Meski demikian, ia tidak menjelaskan detail bagaimana dua soal tersebut bisa mirip dengan yang beredar di SMPN 10 Jogja. “Intinya tidak dari tim penyusun soal,” kata dia.
Kemudian pada dua soal yang mirip tersebut akan dibonuskan bagi seluruh peserta ASPD, sehingga semua jawaban dianggap benar pada dua soal tersebut. “Kami bonuskan untuk dua soal itu. Dianggap benar semua,” ungkapnya.
Keputusan ini diambil untuk memberi keadilan dan menghargai peserta ASDP yang sudah belajar sungguh-sungguh dan tidak mendapat dua soal yang mirip tersebut. Kita menghargai yang sudah belajar sungguh-sungguh. Kan tidak semua melihat dua soal itu,” paparnya.
Disdikpora DIY pun berupaya agar kedepan tidak terjadi lagi kasus soal yang mirip apalagi kebocoran soal ASPD. “Harus lebih hati-hati, dari penyusunan soal, dikarantina yang ketat, kemudian sistem kami juga diefektifkan untuk semua kegiatan ASPD,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, soal ASDP mata Pelajaran matematika diduga bocor. Hal ini terungkap setelah dugaan percakapan Whatsapp dari guru yang memberi kisi-kisi soal ke siswa SMPN 10 Jogja beredar di sosial media.
Soal dalam kisi-kisi tersebut dinilai mirip dengan soal ASDP, yang diperkuat dengan salah satu guru SMPN 10 Jogja yang menjadi tim penyusun soal. Pihak sekolah sudah membantah kebocoran dan keterlibatan guru atau penyusun soal dalam kasus ini.
Mereka menilai kemiripan soal dengan materi bimbingan belajar (bimbel) sangat mungkin terjadi karena soal ASPD memang disusun berdasarkan kisi-kisi resmi yang telah disebarluaskan sebelumnya. Artinya, pihak bimbel bisa saja menyusun latihan soal yang kebetulan serupa dengan soal ASPD, karena merujuk pada kisi-kisi dan kompetensi dasar yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.
Harga emas perhiasan hari ini 22 Mei 2026 naik, buyback tertinggi tembus Rp2,47 juta per gram.
Jadwal DAMRI Jogja–YIA 2026 lengkap. Tarif Rp80.000, rute strategis, solusi praktis ke bandara tanpa ribet.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026, tarif mulai Rp12.000 ke Parangtritis, Drini, Obelix Sea View dari Malioboro. Hemat dan praktis.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.